Tentara Rusia menembaki pasukan Ukraina (Foto: Sputnik).
Menurut sistem intelijen sumber terbuka DeepState, pasukan Rusia telah maju jauh ke Toretsk, pusat logistik utama Ukraina dan target taktis utama Moskow di wilayah Donetsk.
Seorang pakar militer mengatakan kepada kantor berita TSN Ukraina bahwa jika Toretsk jatuh, Moskow akan terus menargetkan Kostyantynivka, salah satu target strategis Rusia dalam rencananya untuk menguasai seluruh wilayah Donetsk.
DeepState, menggunakan citra satelit, telah mengonfirmasi keberadaan pasukan Rusia di pinggiran tenggara kota Toretsk, dengan wilayah yang dikuasai Moskow telah bertambah beberapa lusin blok.
Rusia juga melakukan tiga serangan udara di Shcherbynivka, sebuah pemukiman pedesaan di sebelah barat Toretsk, menurut Staf Umum Ukraina.
Posisi militer Rusia di Toretsk pada tanggal 14 September (atas) dan 14 Oktober (Foto: DeepState).
Pada tanggal 11 Oktober, seorang pejabat setempat di Toretsk mengonfirmasi kepada Reuters bahwa Rusia telah menguasai separuh kota dan maju lebih dekat ke pusat kota.
Toretsk terletak 40 km di utara kota Donetsk (ibu kota Oblast Donetsk) dan 22 km di selatan Chasiv Yar, dengan jalan utama yang melintasi kota itu sendiri.
Chasiv Yar, target strategis Rusia, tetap berada di bawah kendali Ukraina meskipun pertempuran sengit sementara Kiev berjuang untuk menangkis serangan sengit Moskow.
"Toretsk terletak di ketinggian strategis, begitu pula Chasiv Yar," ujar pakar militer -politik Dmytro Snehiryov kepada Freedom TV, yang juga berfungsi sebagai pusat logistik bagi pasukan Ukraina.
"Dengan merebut Toretsk, Rusia juga akan menguasai rute logistik yang menghubungkan bagian belakang operasional Angkatan Bersenjata Ukraina dengan zona tempur," tambah Snehiryov.
Rusia telah membuat kemajuan yang stabil di front timur Ukraina dalam beberapa bulan terakhir, merebut Vuhledar, pusat logistik penting lainnya dan benteng taktis di wilayah tersebut, setelah pasukan Ukraina mundur pada tanggal 1 Oktober.
Pasukan garis depan Ukraina kemudian mengatakan kepada Kyiv Post bahwa taktik serangan penjepit Rusia dan kurangnya bala bantuan Ukraina bertanggung jawab atas jatuhnya Vuhledar.
Rusia juga telah meningkatkan serangan terhadap Pokrovsk, kota penting Ukraina lainnya, meskipun tentara Ukraina telah mempertahankan kendali atas wilayah tersebut dalam menghadapi serangan berulang kali dari Moskow.
Hampir tiga tahun setelah pecahnya permusuhan, Rusia telah menguasai sebagian besar wilayah Lugansk. Donbass, yang meliputi Lugansk dan Donetsk, merupakan pusat industri berat terkemuka di Kiev dan telah memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian Ukraina.
Rusia dikatakan sedang mempercepat serangannya terhadap Donetsk untuk mendorong Ukraina keluar dari wilayah tersebut, memanfaatkan musim gugur dan musim dingin ketika cuaca dan medan masih mendukung operasi.
Selain itu, para pengamat mengatakan Moskow telah mempercepat serangannya ke semua titik panas di Donetsk untuk memanfaatkan konsentrasi pasukan Ukraina di Kursk di wilayah Rusia. Dengan menyerang banyak wilayah strategis secara bersamaan, Rusia telah memaksa Ukraina untuk mengerahkan pasukannya secara terbatas, sehingga Kiev menghadapi kekurangan tenaga kerja dan amunisi untuk melawan.
[iklan_2]
Sumber: https://dantri.com.vn/the-gioi/nga-choc-sau-vao-phao-dai-chien-luoc-tim-cach-day-ukraine-khoi-donetsk-20241016102004641.htm
Komentar (0)