Vietnam.vn - Nền tảng quảng bá Việt Nam

Độc lập - Tự do - Hạnh phúc

Rusia menolak komentar Trump tentang kerugian di Ukraina

Báo Dân tríBáo Dân trí09/12/2024

(Dan Tri) - Rusia menolak komentar Presiden terpilih AS Donald Trump bahwa Rusia dan Ukraina menderita kerugian besar dalam konflik hampir tiga tahun.


Nga phản bác bình luận của ông Trump về tổn thất ở Ukraine - 1

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov (Foto: TASS).

"Mengenai angka kerugian yang disebutkan di kedua belah pihak, tentu saja, angka tersebut diberikan berdasarkan interpretasi Ukraina dan mencerminkan posisi resmi Ukraina. Angka kerugian yang sebenarnya sangat berbeda: kerugian Ukraina melebihi kerugian pihak Rusia hingga tiga kali lipat," ujar juru bicara Kremlin Dmitry Peskov pada 8 Desember.

Komentar itu muncul setelah Presiden terpilih AS Donald Trump mengunggah di jejaring sosial Truth Social yang mengatakan bahwa Rusia dan Ukraina telah menderita kerugian besar dalam konflik tiga tahun tersebut.

"Gencatan senjata harus segera dilakukan dan negosiasi harus dimulai. Terlalu banyak nyawa yang terbuang sia-sia, terlalu banyak keluarga yang hancur," tulis Trump.

Ia mengatakan Kiev telah "kehilangan 400.000 tentara dan banyak warga sipil secara tidak masuk akal". Ia tidak merinci apakah jumlah tersebut termasuk yang terluka. Ia menekankan bahwa saat ini, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan Ukraina ingin mencapai kesepakatan untuk mengakhiri konflik dengan Rusia.

Tuan Zelensky mengatakan kemarin bahwa sekitar 43.000 tentara negara itu telah tewas, sementara 370.000 tentara terluka, setengahnya telah kembali bertempur setelah dirawat.

Baik Rusia maupun Ukraina jarang merilis angka korban selama konflik yang hampir tiga tahun ini. Pada bulan Februari, Bapak Zelensky menyebutkan jumlah tentara Ukraina yang tewas mencapai 31.000, tetapi para pejabat Barat saat itu memperkirakan jumlah sebenarnya mendekati 70.000.

Karena kehilangan besar tenaga kerja dan persenjataan, pemerintahan Presiden Zelensky dalam beberapa bulan terakhir mulai memberi sinyal kesiapannya untuk menemukan solusi diplomatik bagi perang dengan Rusia.

Ia mengatakan Ukraina siap menandatangani perjanjian gencatan senjata jika wilayah yang saat ini dikuasainya dilindungi oleh NATO, sementara wilayah yang direbut Rusia dapat dipulihkan nanti melalui cara diplomatik.

Namun, Rusia masih menganggap penerimaan sebagian atau seluruh Ukraina oleh NATO sebagai "garis merah". Moskow menyatakan bahwa perjanjian damai hanya akan mungkin tercapai jika Kiev menerima persyaratan yang ditetapkan oleh Presiden Vladimir Putin pada bulan Juni, termasuk komitmen terhadap netralitas, tidak bergabung dengan NATO, demiliterisasi, de-fasisme, dan pengakuan wilayah yang dianeksasi ke Rusia.

"Presiden Putin telah berulang kali menyatakan bahwa Rusia siap untuk bernegosiasi terkait Ukraina dan menyambut baik inisiatif perdamaian, terutama dari negara-negara di Belahan Bumi Selatan, mitra BRICS kami: Tiongkok, India, Brasil, Afrika Selatan, serta UEA, Qatar, dan Arab Saudi. Kami telah menegaskan posisi kami. Syarat-syarat untuk gencatan senjata segera telah diuraikan oleh Presiden Putin pada bulan Juni," ujar Peskov.

Tn. Peskov menekankan bahwa, pertama-tama, Presiden Ukraina Zelensky harus membatalkan dekrit yang melarang negosiasi dengan Rusia dan kembali ke negosiasi berdasarkan perjanjian awal yang dicapai oleh kedua belah pihak di Türkiye pada tahap awal konflik.

Kremlin telah mempertimbangkan dengan saksama pernyataan Presiden terpilih AS Donald Trump tentang kesiapan Ukraina untuk kesepakatan damai dengan Rusia, tambahnya.

Selama kampanye pemilu, Presiden terpilih AS Donald Trump berulang kali menyatakan bahwa ia dapat mengakhiri konflik Rusia-Ukraina dalam waktu 24 jam.

Meskipun Tn. Trump tidak merinci rencananya, banyak yang yakin bahwa ia akan memperingatkan pemotongan bantuan ke Ukraina untuk memaksa Kiev bernegosiasi, dan memperingatkan akan menyediakan lebih banyak senjata ke Ukraina jika Rusia menolak untuk berunding.

Berbicara kepada media beberapa jam setelah menyerukan gencatan senjata segera antara Rusia dan Ukraina, ia mengatakan ia dapat memotong bantuan ke Ukraina segera setelah ia menjabat bulan depan.


[iklan_2]
Sumber: https://dantri.com.vn/the-gioi/nga-phan-bac-binh-luan-cua-ong-trump-ve-ton-that-o-ukraine-20241209080609743.htm

Komentar (0)

No data
No data

Dalam topik yang sama

Dalam kategori yang sama

Jet tempur Su-30-MK2 jatuhkan peluru pengacau, helikopter mengibarkan bendera di langit ibu kota
Puaskan mata Anda dengan jet tempur Su-30MK2 yang menjatuhkan perangkap panas yang bersinar di langit ibu kota
(Langsung) Gladi bersih perayaan, pawai, dan pawai Hari Nasional 2 September
Duong Hoang Yen menyanyikan "Tanah Air di Bawah Sinar Matahari" secara a cappella yang menimbulkan emosi yang kuat

Dari penulis yang sama

Warisan

Angka

Bisnis

No videos available

Berita

Sistem Politik

Lokal

Produk