Serangan udara presisi Rusia
Selama beberapa minggu terakhir, pasukan Rusia telah berulang kali menyerang area belakang tentara Ukraina, yang sedang mengerahkan kembali unit-unitnya, dan menghancurkan persimpangan kereta api serta jembatan di dekat garis depan untuk mengganggu logistik Kiev. Hal ini telah menyebabkan banyak kesulitan bagi pasukan Ukraina, baik di garis depan maupun di belakang.
Serangan udara Rusia menghancurkan jembatan strategis Ukraina. (Sumber: RT)
Minggu lalu, Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan serangan terhadap dua kereta api pengangkut peralatan militer di sebuah stasiun kereta api dekat kota Barvenkovo, yang terletak di dekat perbatasan antara wilayah Kharkiv dan Republik Demokratik Rakyat yang memproklamirkan diri. Akibat serangan tersebut, dua kereta api dengan setidaknya 20 gerbong yang memuat peralatan militer hancur.
Rekaman serangan menunjukkan sebuah rudal balistik menghantam satu kereta, dengan beberapa kebakaran terjadi setelahnya. Tak lama kemudian, rudal lain menghantam kereta kedua.
Menurut perkiraan Moskow, hingga 240 prajurit Ukraina tewas atau terluka dalam serangan itu, dengan lebih dari 60 peralatan militer hancur. Sepuluh kendaraan pengangkut personel lapis baja Roshel Senator buatan Kanada dan 14 kendaraan anti-ranjau dan anti-sergap International MaxxPro buatan AS hancur.
Video lain yang menarik perhatian adalah serangan rudal Rusia di jembatan di atas Sungai Oskol di kota Kupiansk-Uzlovoy, wilayah Kharkiv. Jembatan tersebut telah diserang oleh militer Rusia setidaknya dua kali tahun ini dan telah diperbaiki untuk operasi militer Ukraina. Video tersebut menunjukkan bahwa jembatan tersebut kemungkinan terkena rudal udara-ke-permukaan Kh-38. Ledakan tersebut menyebabkan kerusakan parah.
Sistem HIMARS Ukraina dihancurkan oleh Rusia satu demi satu
Menghancurkan sistem HIMARS yang dipasok AS untuk Angkatan Bersenjata Ukraina telah lama menjadi prioritas Moskow. Pada hari Senin, Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan penghancuran sistem HIMARS di desa Novopetrovka di wilayah Nikolayev, Ukraina. Sistem tersebut terdeteksi oleh pesawat nirawak pengintai saat disimpan di hanggar dan kemudian terkena rudal balistik presisi yang diluncurkan dari sistem Iskander-M. Serangan tersebut menghancurkan hanggar, diikuti oleh ledakan sekunder. Rekaman serangan tersebut direkam oleh pesawat nirawak Rusia dan dibagikan secara publik.
Sistem artileri roket HIMARS AS sedang menembak. Foto: rferl.org
Kementerian Pertahanan Rusia juga melaporkan penghancuran sistem HIMARS lainnya pada hari Jumat. Sistem HIMARS, beserta peralatan militer lainnya, ditemukan tersembunyi di sebuah kawasan industri di kota Kramatorsk yang dikuasai Ukraina di Republik Demokratik Rakyat Donetsk yang memproklamirkan diri.
Video serangan yang dibagikan oleh militer Rusia menunjukkan ledakan besar, kobaran api, dan asap mengepul. Selain HIMARS, lima peluncur roket ganda BM-21 Grad era Soviet, lima tank, dan sepuluh kendaraan lapis baja lainnya hancur dalam serangan itu, menurut perkiraan Moskow.
Mengganggu kemampuan peperangan elektronik Kiev
Militer Rusia terus menargetkan sistem peringatan dini dan peperangan elektronik Ukraina, termasuk pengacau aktif, radar, detektor pasif, dan peralatan lainnya. Perburuan terus-menerus terhadap sistem-sistem ini memungkinkan pasukan Rusia beroperasi lebih efektif, sehingga menyulitkan pasukan Kiev untuk mencegat atau memperingatkan serangan.
Pada hari Senin, sebuah video dirilis ke media yang menunjukkan tembakan Rusia yang menghancurkan radar artileri AN/TPQ-50 yang dipasok ke Ukraina oleh AS. Menurut RT, sistem tersebut terlihat di dekat kota Kupiansk, wilayah Kharkiv, dan diserang oleh pesawat nirawak bunuh diri Lancet Rusia.
Serangan drone bunuh diri Lancet Rusia menghancurkan peralatan Angkatan Bersenjata Ukraina. (Sumber: RT)
Video lain yang dirilis minggu lalu menunjukkan sebuah pesawat Lancet menyerang stasiun pendukung peperangan elektronik Plastun buatan Ukraina. Stasiun Plastun tersebut terlihat di area hutan dekat stasiun satelit Starlink. Setelah terdeteksi, stasiun tersebut diserang oleh drone bunuh diri. Rekaman video serangan yang dipublikasikan menunjukkan stasiun tersebut tampaknya hancur.
Stasiun pengacau elektronik NOTA buatan Ukraina juga menjadi sasaran drone bunuh diri Lancet. Video yang diambil oleh drone pengintai tersebut telah dipublikasikan. Gambar-gambar tersebut menunjukkan bahwa sistem NOTA disembunyikan di area hutan, dengan hanya antena yang menonjol di atasnya. Drone bunuh diri Lancet langsung menyerang target dan kebakaran besar terjadi setelah tabrakan tersebut.
Drone bunuh diri Lancet dikembangkan oleh ZALA Aero, anak perusahaan raksasa pertahanan Rusia, Kalashnikov Concern. Perusahaan ini memproduksi dua versi drone: Izdeliye-52 dengan daya tahan 30 menit dan hulu ledak satu kilogram, dan Izdeliye-51 yang lebih besar dengan daya tahan 40 menit dan hulu ledak tiga kilogram.
Drone Lancet akan menavigasi ke area yang ditentukan menggunakan sistem navigasi inersia yang didukung oleh GLONASS. Setelah berada di area target, operator menggunakan sistem elektro-optik internal melalui tautan data dua arah untuk mendeteksi, melacak, dan mengunci target.
Pengintai laser kemudian mengendalikan ledakan hulu ledak. Upaya Ukraina untuk menghentikan pesawat nirawak Lancet dengan tembakan antipesawat, sistem peperangan elektronik, atau tindakan pencegahan lainnya sejauh ini belum berhasil.
HOA AN (Menurut RT)
[iklan_2]
Sumber: https://www.nguoiduatin.vn/nga-san-lung-khi-tai-dat-do-ap-luc-de-nang-len-ukraine-204240731084209721.htm
Komentar (0)