Timekeeper menandai kembalinya penulis Le Thi Thanh Lam. Alih-alih menerbitkan karya yang berfokus pada manajemen, kepemimpinan, dan pengembangan diri, kali ini ia menghadirkan kisah dan pengalaman berharga dalam perjalanan merawat orang tua di masa senja mereka. Setiap halaman buku, setiap kisah, merupakan momen hening yang berharga, di mana pembaca dapat menemukan motivasi untuk mencintai lebih dalam demi melestarikan tahun-tahun emas kehidupan mereka yang bermakna bersama orang-orang terkasih.

Melalui halaman-halamannya, penulis secara halus membimbing pembaca untuk mengeksplorasi aspek-aspek mendalam dari hubungan ayah-anak, di mana tak hanya ada rasa sakit, tetapi juga kegembiraan, tawa, dan kenangan indah. Dengan demikian, buku ini menunjukkan bahwa merawat lansia bukan sekadar kewajiban, melainkan sebuah perjalanan yang penuh makna dan kasih sayang. Kehadiran dan mendengarkan ditekankan oleh penulis sebagai obat mujarab bagi jiwa para lansia.
Penuaan bukan sekadar penurunan fisik, tetapi juga hilangnya kendali atas tubuh secara bertahap – mulai dari ingatan hingga mobilitas, hingga detail terkecil dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kisah-kisahnya, penulis mengajak pembaca melewati tahap penuh tantangan yang kita semua hadapi: Ketika orang tua menghadapi perasaan tak berdaya mereka sendiri, dan anak-anak menghadapi kebingungan serta kesulitan mempertahankan otonomi dan harga diri orang tua mereka.
Penulis memasuki kehidupan ayahnya, belajar berjalan bersamanya, berbicara dengannya saat ingatannya perlahan memudar, berbagi setiap momen sulit sekaligus kebahagiaan sederhana. Yang menyertainya bukan hanya dukungan, tetapi juga berdiri berdampingan, berjuang, dan teguh. Buku ini akan membantu pembaca menyadari bahwa orang tua tidak hanya membutuhkan anak-anak mereka untuk berada di sisi mereka, tetapi juga membutuhkan kesabaran, pengertian, dan perhatian yang tulus.
Sumber: https://www.sggp.org.vn/nguoi-giu-thoi-gian-nhung-cau-chuyen-am-ap-ve-gia-dinh-post801207.html
Komentar (0)