Banyak bisnis mengeluarkan biaya untuk karyawan dalam perjalanan bisnis seperti tagihan telepon, tunjangan perjalanan, bensin, akomodasi, makanan, dll. dan tidak yakin apakah biaya ini harus dimasukkan dalam penghasilan kena pajak karyawan.

Otoritas pajak menginstruksikan bahwa jika biaya aktual yang dikeluarkan terkait dengan produksi dan kegiatan bisnis, memiliki faktur dan dokumen hukum lengkap sebagaimana ditentukan dan dilaksanakan sesuai dengan peraturan keuangan atau peraturan internal perusahaan, maka biaya tersebut akan dihitung sebagai biaya yang dapat dikurangkan saat menentukan penghasilan kena pajak.

Cost of working Tung Doan.jpg
Banyak pengeluaran bisnis tidak akan dimasukkan dalam penghasilan kena pajak penghasilan pribadi karyawan. Foto: Tung Doan

Jika biaya perjalanan bisnis aktual bagi karyawan sesuai dengan peraturan, biaya tersebut tidak akan dimasukkan dalam penghasilan kena pajak karyawan.

Jika perusahaan mengalokasikan biaya perjalanan bisnis, biaya telepon... lebih tinggi dari peraturan negara saat ini, porsi biaya yang melebihi jumlah alokasi yang ditentukan harus dimasukkan dalam penghasilan kena pajak.

* Dalam hal perusahaan mengirimkan karyawannya dalam perjalanan dinas (baik perjalanan dinas dalam negeri maupun luar negeri), apabila terdapat pengeluaran sebesar Rp20.000.000.000 atau lebih, atau pengeluaran untuk pembelian tiket pesawat udara dan pengeluaran tersebut dibayarkan dengan menggunakan kartu bank pribadi , maka pengeluaran tersebut akan dihitung sebagai biaya yang dapat dikurangkan dari penghasilan kena pajak (PPh) orang pribadi apabila memenuhi ketentuan sebagai berikut:

+ Memiliki faktur dan dokumen yang sesuai yang dikeluarkan oleh pemasok barang dan jasa.

+ Perusahaan memiliki keputusan atau dokumen yang mengirim karyawan dalam perjalanan bisnis.

+ Peraturan keuangan atau peraturan internal perusahaan memungkinkan karyawan membayar biaya bisnis dan membeli tiket pesawat menggunakan kartu bank pribadi dan perusahaan kemudian akan mengganti biaya tersebut kepada karyawan.

Pasal 6 Surat Edaran No. 78/2014/TT-BTC (diubah dan ditambah dalam Klausul 2, Pasal 6 Surat Edaran No. 119/2014/TT-BTC dan Pasal 1 Surat Edaran No. 151/2014/TT-BTC) mengatur tentang biaya yang dapat dikurangkan dan biaya yang tidak dapat dikurangkan ketika menentukan penghasilan kena pajak.

Oleh karena itu, badan usaha diperbolehkan untuk memotong seluruh biaya apabila memenuhi ketentuan berikut:

+ Biaya aktual yang dikeluarkan terkait dengan kegiatan produksi dan bisnis perusahaan.

+ Biaya memiliki faktur dan dokumen hukum yang memadai sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

+ Pengeluaran apabila terdapat faktur pembelian barang atau jasa setiap kali dengan nilai 20 juta VND atau lebih (termasuk pajak pertambahan nilai) pada saat pembayaran harus mempunyai dokumen pembayaran non tunai.