Pada tanggal 16 Juli, Perdana Menteri Jepang Kishida Fumio menyambut para pemimpin negara kepulauan Pasifik untuk menghadiri konferensi yang berlangsung di Tokyo dari tanggal 16-18 Juli.
Para delegasi yang menghadiri Pertemuan Pemimpin Kepulauan Pasifik (PALM) ke-10 berpose untuk foto di gedung Parlemen Jepang pada 16 Juli. (Sumber: Post Courier Online) |
Pertemuan Pemimpin Kepulauan Pasifik (PALM) ke-10 mempertemukan perwakilan dari 18 anggota Forum Kepulauan Pasifik (PIF).
Agenda tersebut diharapkan berfokus pada isu-isu utama yang memengaruhi kawasan, mulai dari memperkuat keamanan hingga menemukan cara untuk menanggapi, mengurangi, dan beradaptasi dengan perubahan iklim.
Konferensi tersebut diperkirakan akan mengeluarkan pernyataan bersama pada tanggal 18 Juli.
Berbicara menjelang acara tersebut, Perdana Menteri Kishida mengatakan bahwa Jepang dan negara-negara peserta "telah bersatu untuk mengatasi tantangan bersama seperti perubahan iklim dan manajemen bencana".
Saat kita beradaptasi bersama terhadap perubahan keadaan, Tokyo akan terus bergerak maju dengan negara-negara kepulauan dan wilayah di Pasifik, tegasnya.
Jepang telah lama mendukung negara-negara kepulauan Pasifik karena hubungan historisnya dengan mereka.
Konferensi PALM merupakan forum penting bagi negara Asia Timur Laut ini dan negara-negara kepulauan Pasifik untuk membahas langkah-langkah guna mengatasi tantangan bersama, serta memperkuat kerja sama guna mendorong perdamaian, stabilitas, dan pembangunan berkelanjutan di kawasan tersebut.
[iklan_2]
Sumber: https://baoquocte.vn/nhat-ban-cung-cac-quoc-dao-thai-binh-duong-tim-cach-giai-quyet-thach-thuc-chung-278885.html
Komentar (0)