Menurut laporan media Israel pada 24 November, Hamas membebaskan 12 warga negara Thailand dan 13 sandera Israel, termasuk perempuan dan anak-anak. Para sandera diterima oleh staf Komite Palang Merah Internasional dan dibawa ke Mesir melalui perlintasan perbatasan Rafah antara Mesir dan Gaza.
Kendaraan pengangkut sandera tiba di perbatasan Rafah. Foto: Reuters
Pembebasan 13 perempuan dan anak-anak dari sekitar 240 sandera yang disandera Hamas merupakan bagian dari gencatan senjata empat hari antara Israel dan Hamas. Ini juga merupakan kelompok sandera pertama yang dibebaskan.
Kelompok sandera pertama dibebaskan dengan dukungan Palang Merah dan pasukan keamanan Mesir pada pukul 4 sore hari Jumat (waktu setempat), sembilan jam setelah dimulainya gencatan senjata, dan akan dibawa pulang di bawah perlindungan militer.
Perdana Menteri Thailand Srettha Thavisin juga mengonfirmasi bahwa 12 sandera Thailand yang diculik selama konflik Hamas-Israel pada 7 Oktober dibebaskan beberapa jam setelah dimulainya gencatan senjata empat hari.
"Pihak keamanan dan Kementerian Luar Negeri telah mengonfirmasi bahwa 12 sandera Thailand telah dibebaskan. Staf kedutaan sedang dalam perjalanan untuk menjemput mereka," tulis Bapak Srettha di media sosial X.
Seorang pejabat yang terlibat dalam negosiasi dengan Hamas mengatakan 12 sandera Thailand dibebaskan berdasarkan kesepakatan terpisah. Ke-12 warga Thailand tersebut adalah laki-laki dan bukan bagian dari kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas yang melibatkan perempuan dan anak-anak.
Sejak 24 November, Hamas dan Israel telah mencapai kesepakatan gencatan senjata selama empat hari. Dengan demikian, Hamas akan membebaskan 50 sandera dan Israel akan membebaskan 150 tahanan Palestina, sekaligus memfasilitasi peningkatan bantuan bagi rakyat Jalur Gaza. Pembebasan sandera dan tahanan diperkirakan akan berlanjut dalam beberapa hari mendatang.
Israel mengatakan gencatan senjata dapat diperpanjang jika Hamas terus membebaskan sandera setidaknya 10 orang per hari. Sebuah sumber Palestina mengatakan hingga 100 sandera dapat dibebaskan.
Hamas diyakini telah menyandera 240 orang setelah serangan pada 7 Oktober. Sebagai imbalan atas 13 sandera hari ini, Israel diperkirakan akan membebaskan 39 tahanan Palestina, termasuk 24 perempuan dan 15 remaja.
Hoai Phuong (menurut Reuters)
[iklan_2]
Sumber
Komentar (0)