Kubis adalah sayuran silangan yang menyediakan tubuh dengan banyak nutrisi penting seperti serat, folat, kalsium, kalium dan vitamin.
Dokter Spesialis 1 Nguyen Thu Ha (FPT Long Chau Pharmacy System) mengatakan 6 efek berbahaya dari makan terlalu banyak kubis yang harus Anda ketahui untuk memperhatikan dan mempertimbangkan jumlah yang dikonsumsi dalam makanan Anda.
Gangguan pencernaan
Serat dalam kubis sangat baik untuk meningkatkan kesehatan usus, tetapi mengonsumsi kubis terlalu banyak dapat menyebabkan gas, kembung, dan bahkan diare. Kandungan serat yang tinggi dalam kubis dapat membebani sistem pencernaan Anda, terutama bagi mereka yang tidak terbiasa dengan pola makan tinggi serat.
Makan terlalu banyak kubis dapat menyebabkan kembung, gas, dan bahkan diare.
Serat tidak larut dalam kubis meningkatkan pergerakan limbah melalui saluran pencernaan, jadi makan kubis terlalu banyak dapat menyebabkan diare atau penyumbatan usus, terutama bagi orang-orang dengan sindrom iritasi usus besar (IBS), atau memiliki perut sensitif.
Selain diare, kembung juga merupakan efek samping yang menyebabkan gangguan pencernaan saat mengonsumsi kubis terlalu banyak, dan Anda perlu mewaspadainya. Kubis mengandung rafinosa dalam jumlah tinggi, sejenis gula yang tidak dapat dicerna dan menyebabkan kembung.
Fluktuasi gula darah
Dr. Thu Ha menginformasikan bahwa, berdasarkan sebuah artikel penelitian, kubis mengandung sejenis nutrisi pada tumbuhan, yang disebut glukosinolat. Zat ini akan terurai menjadi zat-zat yang memiliki efek mengatur kadar gula darah. Hal ini dapat bermanfaat bagi penderita diabetes, tetapi bagi yang lain, dapat menyebabkan penurunan gula darah, sehingga menyebabkan gejala seperti pusing, kepala terasa ringan, dan kelelahan. Oleh karena itu, jika Anda menderita diabetes atau sedang mengonsumsi obat untuk mengontrol gula darah, sebaiknya konsultasikan dengan dokter Anda untuk menambahkan kubis ke dalam menu harian Anda.
Efek pada fungsi tiroid
Selain memengaruhi gula darah, glukosinolat dalam kubis juga memengaruhi fungsi tiroid. Glukosinolat mengandung sulfur dan nitrogen—zat yang dapat mengganggu produksi hormon tiroid, atau melepaskan ion tertentu yang menghambat penyerapan yodium. Kelenjar tiroid membutuhkan yodium agar berfungsi dengan baik, sehingga mengonsumsi kubis terlalu banyak akan menyebabkan persaingan yang membatasi asupan yodium, yang berpotensi menyebabkan hipotiroidisme.
Menghambat penyerapan nutrisi
Seperti sayuran silangan lainnya, kubis mengandung senyawa yang dapat mengikat mineral penting seperti zat besi dan kalsium di saluran pencernaan, sehingga menghambat penyerapan zat besi dan kalsium dalam tubuh. Meskipun efek ini tidak terlalu berpengaruh pada kebanyakan orang sehat, mereka yang kekurangan atau berisiko kekurangan (seperti vegetarian dan vegan) harus berhati-hati dalam mengonsumsi kubis.
Alergi terhadap makanan apa pun bukanlah hal yang jarang terjadi, dan alergi kubis tidak terkecuali.
Alergi
Alergi terhadap makanan apa pun bukanlah hal yang jarang terjadi, dan alergi kubis pun demikian. Beberapa orang akan mengalami ruam atau gatal setelah mengonsumsi kubis terlalu banyak. Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan jumlah makanan yang tepat dan memantau gejala yang muncul secara tiba-tiba. Jika alergi terlalu parah, Anda harus berkonsultasi dengan dokter dan hanya makan saat diperbolehkan.
Interaksi obat
Dokter Thu Ha mengatakan bahwa kubis mengandung banyak vitamin K, vitamin yang membantu pembekuan darah. Jika Anda mengonsumsi kubis terlalu banyak, hal itu dapat memengaruhi obat pengencer darah. Oleh karena itu, jika Anda sedang mengonsumsi obat ini, sebaiknya konsultasikan dengan dokter dan perhatikan jumlah kubis yang tepat. Menurut rekomendasi Pusat Medis Universitas Maryland (AS), kebutuhan vitamin K harian untuk wanita adalah 90 mcg dan untuk pria adalah 120 mcg.
Untuk makanan apa pun, mengonsumsinya dalam jumlah wajar akan memastikan manfaatnya, sebaliknya, menggunakan terlalu banyak dapat menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan dan berdampak buruk bagi kesehatan.
[iklan_2]
Sumber: https://thanhnien.vn/nhung-tac-hai-khi-an-qua-nhieu-bap-cai-185250301234945333.htm
Komentar (0)