Vietnam.vn - Nền tảng quảng bá Việt Nam

Seorang turis wanita mengungkapkan pengalamannya ditipu dan dicurangi di Mesir.

(Surat Kabar Dan Tri) - Meskipun bukan kunjungan pertamanya ke Mesir, Penny - seorang blogger perjalanan - tetap menemui praktik penentuan harga yang tidak wajar, pembelian paksa, dan penipuan saat mengunjungi negara tersebut.

Báo Dân tríBáo Dân trí25/06/2025

Menurut Daily Mail , meskipun bekerja di industri pariwisata dan telah mengunjungi Mesir berkali-kali, Penny, seorang blogger perjalanan, mengatakan bahwa dia "tidak sabar lagi untuk meninggalkan Mesir" setelah liburan yang bermasalah dan mengecewakan.

Di Instagram, Penny mengunggah video yang mendokumentasikan momen saat dia meninggalkan Mesir, dan menceritakan secara detail pengalaman mengerikan yang dialaminya, dari saat dia tiba hingga saat dia pergi.

Penny mengatakan bahwa dia telah beberapa kali mengunjungi Mesir, tetapi setiap kali dia kembali, keadaannya lebih buruk daripada sebelumnya. Menurutnya, hal yang paling membuatnya lelah adalah penipuan, pelecehan, dan budaya pemerasan uang yang merajalela dari para turis di negara tersebut.

Nữ du khách hé lộ trải nghiệm bị chặt chém, lừa đảo tại Ai Cập - 1

Penny bertemu dengan banyak pedagang yang mencoba menawar dan menaikkan harga di Mesir (Foto: Tangkapan layar).

"Tidak ada yang menunjukkan pelayanan yang tulus, mulai dari pemandu wisata hingga staf hotel; semua orang hanya fokus untuk mendapatkan lebih banyak uang, meskipun kami telah membayar penuh di muka," ujarnya.

Pengalaman buruk Penny dimulai tepat di bandara. Begitu tiba, dia ditipu oleh pengemudi Uber palsu dan kemudian ditipu lagi oleh pengemudi Uber asli.

Tidak hanya itu, dia juga mengatakan bahwa dia terjebak di dalam sebuah makam di Mesir karena permintaan tip. Dia mengatakan seorang pria setempat berdiri menghalangi pintu masuk, menunggu turis memberi tip sebelum membiarkan mereka masuk.

"Saat saya keluar, saya dikelilingi oleh orang-orang yang menjual suvenir, patung, dan lain-lain. Ketika pelanggan menolak, mereka akan marah. Tekanannya terus-menerus dan sangat melelahkan," kenang Penny.

Nữ du khách hé lộ trải nghiệm bị chặt chém, lừa đảo tại Ai Cập - 2

Penny dan teman-temannya juga mengalami masalah di bandara (Foto: Tangkapan layar).

Pengalaman mengecewakan lainnya yang dialami Penny adalah ketika dia memesan pelayaran mewah di Sungai Nil, hanya untuk ditempatkan di kapal yang kotor dan reyot yang dikemudikan oleh seorang anak laki-laki berusia 12 tahun.

Dia juga mengatakan bahwa pemandu wisata membawanya ke sebuah toko dan menahannya di sana dua kali selama perjalanan, memaksanya untuk berbelanja. Bahkan ketika bersiap untuk meninggalkan Mesir, Penny dan teman-temannya berulang kali diperiksa barang bawaannya, dan dimintai informasi pribadi atau uang sebelum tas mereka dikembalikan.

Pada akhirnya, meskipun diberitahu bahwa mereka dapat mengakses ruang tunggu bandara secara gratis, Penny dan teman-temannya terpaksa membayar 175 euro (sekitar 5,3 juta VND) untuk masuk.

Selain kesulitan keuangan, Penny secara khusus menekankan bahwa "Mesir bukan untuk orang yang penakut." Dia mengatakan bahwa banyak pria di negara itu menatap dan membuat komentar yang tidak menyenangkan saat dia berjalan, bahkan ketika dia bersama empat teman pria.

"Aku tidak mengerti apa yang mereka inginkan, tetapi tatapan dan kata-kata itu benar-benar menggangguku," kata Penny.

Penny dengan jujur ​​mengatakan bahwa jika Anda tidak keberatan ditatap, disiuli, dimintai uang tanpa alasan, tidak membutuhkan privasi, dan memiliki banyak uang, maka Mesir mungkin cocok untuk Anda. "Jika tidak, naik pesawat dan pulanglah," katanya.

Nữ du khách hé lộ trải nghiệm bị chặt chém, lừa đảo tại Ai Cập - 3

Mesir adalah salah satu negara dengan budaya paling unik dan mengesankan di dunia (Foto: Piramida).

Unggahan Penny dengan cepat mendapatkan puluhan ribu komentar dan dibagikan di media sosial. Banyak orang yang pernah ke Mesir mengungkapkan empati yang mendalam, mengatakan bahwa mereka juga pernah berada dalam situasi serupa dan mengalami keadaan yang membuat mereka merasa tidak aman atau tidak dihargai.

Namun, banyak orang lain menawarkan perspektif yang berbeda, menyatakan bahwa mereka memiliki liburan yang menyenangkan di Mesir dan kecewa karena negara itu digambarkan secara negatif.

Sebagian orang berpendapat bahwa setiap destinasi memiliki sisi terang dan sisi gelapnya. Mesir mungkin kacau, tetapi budaya, warisan, dan lanskapnya benar-benar layak dikunjungi.

Sumber: https://dantri.com.vn/du-lich/nu-du-khach-he-lo-trai-nghiem-bi-chat-chem-lua-dao-tai-ai-cap-20250625160550849.htm


Komentar (0)

Silakan tinggalkan komentar untuk berbagi perasaan Anda!

Dalam topik yang sama

Dalam kategori yang sama

Dari penulis yang sama

Warisan

Angka

Bisnis

Berita Terkini

Sistem Politik

Lokal

Produk

Happy Vietnam
Di balik tirai

Di balik tirai

Masa kanak-kanak disebut kebahagiaan.

Masa kanak-kanak disebut kebahagiaan.

Festival Trang An

Festival Trang An