Dalam pidato pembukaannya, Yang Mulia Thich Thanh Nhieu, Wakil Presiden Tetap Dewan Eksekutif Sangha Buddha Vietnam, menekankan bahwa sejak awal perkenalannya, cahaya kasih sayang dan kebijaksanaan Buddha telah menyatu dengan kepercayaan asli dan patriotisme yang membara dari orang-orang Vietnam, membentuk identitas Buddha Vietnam yang unik dengan semangat "Memasuki dunia" dan misi "Melindungi bangsa dan membawa perdamaian bagi rakyat".
Sejak Dinasti Ly-Tran, para guru nasional dan Kaisar Buddha Tran Nhan Tong telah meninggalkan jejak yang mendalam, menunjukkan hubungan antara agama dan kehidupan. Tradisi tersebut terus memupuk semangat patriotik Buddhisme Vietnam, sehingga ketika negara berada dalam bahaya, banyak biksu, biksuni, dan umat Buddha "melepas jubah mereka dan mengenakan baju zirah mereka", bergabung dengan seluruh rakyat dalam berperang melawan penjajah asing. Banyak pagoda kuno juga menjadi "benteng revolusioner", melindungi kader, mencetak dokumen, menyimpan senjata, dan memupuk keyakinan akan kemenangan revolusi.

Melanjutkan semangat tersebut, laporan pengantar Associate Professor, Dr. Nguyen Van Chieu, dari Universitas Ilmu Sosial dan Humaniora, menegaskan bahwa konferensi tersebut tidak hanya memiliki signifikansi akademis, tetapi juga merupakan peristiwa politik dan sosial yang penting untuk memperjelas hubungan organik antara Buddhisme dan revolusi Vietnam. Lebih dari 170 makalah diajukan, termasuk banyak karya dari cendekiawan internasional, yang berkontribusi dalam menegaskan peran historis serta nilai kontemporer Buddhisme dalam upaya pembebasan nasional, pembangunan, dan pembangunan negara.
Diskusi juga berfokus pada analisis perjumpaan antara ideologi Ho Chi Minh dan filsafat duniawi Buddhisme. Semangat welas asih, tanpa pamrih, dan altruisme Buddhisme telah berjalan seiring dengan cita-cita kemerdekaan, kebebasan, dan kebahagiaan bagi rakyat, menjadi kekuatan pendorong spiritual yang besar, yang menghimpun kekuatan persatuan nasional yang agung.
Dalam pidato penutupnya, Yang Mulia Thich Duc Thien menekankan bahwa konferensi tersebut memperjelas dua topik utama: peran agama Buddha dalam perjuangan pembebasan nasional dan dalam upaya membangun serta mempertahankan Tanah Air sosialis. Beliau menegaskan bahwa semangat "Buddhisme - Bangsa - Sosialisme" akan terus menjadi kompas dan orientasi bagi agama Buddha Vietnam untuk mendampingi bangsa di era baru.
Sumber: https://www.sggp.org.vn/phat-giao-viet-nam-dong-hanh-cung-dan-toc-trong-giai-doan-moi-post810067.html
Komentar (0)