Ringkasan diskusi. (Foto: Le Hoang/VNA)
Pada tanggal 1 Mei, sebuah seminar bertema "Merayakan 30 tahun hubungan Vietnam-AS: Mantan musuh menjadi mitra" berlangsung di New York City (AS).
Acara ini diselenggarakan oleh Weatherhead East Asian Institute di Universitas Columbia.
Acara ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan untuk merayakan peringatan 50 tahun berakhirnya perang dan peringatan 30 tahun normalisasi hubungan diplomatik antara Vietnam dan Amerika Serikat. Diskusi ini menarik perhatian dan partisipasi banyak pejabat, mantan diplomat, veteran, akademisi, mahasiswa kedua negara, perwakilan komunitas Vietnam-Amerika, serta banyak sahabat internasional yang mendukung gerakan anti-perang.
Mewakili Vietnam dalam berbicara dan berdiskusi di seminar tersebut adalah Duta Besar Vietnam untuk AS Nguyen Quoc Dung, Duta Besar-Kepala Delegasi Vietnam untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa Dang Hoang Giang dan mantan Wakil Menteri Luar Negeri , Kepala Delegasi Vietnam untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa Dang Dinh Quy.
Di pihak AS, ada mantan Duta Besar untuk Vietnam David Shear, Daniel Kritenbrink, Penasihat Senior untuk Vietnam di Universitas Columbia Thomas Vallely, bersama dengan sejumlah akademisi dan perwakilan bisnis.
Melalui tiga sesi diskusi bertema "Hubungan Vietnam-AS: Dari Rekonsiliasi Menuju Kemitraan Strategis Komprehensif", "Masa Depan Kemitraan Strategis Komprehensif Vietnam-AS", dan "Model Rekonsiliasi bagi Dunia", para pembicara dari berbagai perspektif dan pengalaman sepakat bahwa setelah 50 tahun berakhirnya perang dan 30 tahun normalisasi hubungan, hubungan Vietnam-AS telah mencapai kemajuan pesat, sejalan dengan aspirasi dan kepentingan rakyat kedua negara, sekaligus berkontribusi aktif bagi perdamaian, stabilitas, dan pembangunan di kawasan Asia -Pasifik maupun dunia.
Kepala delegasi Vietnam untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Duta Besar Dang Hoang Giang (tengah), berbicara di seminar tersebut. (Foto: Le Hoang/VNA)
Hubungan bilateral telah mencapai banyak prestasi luar biasa, terutama di bidang penyembuhan luka perang, kerja sama ekonomi, budaya-pendidikan, dan pertukaran antarmasyarakat.
Mengenai pelajaran yang dipetik dari proses normalisasi hubungan dan pembangunan Kemitraan Strategis Komprehensif Vietnam-AS, para pembicara dan delegasi yang berpartisipasi dalam diskusi menekankan pentingnya kedua proses, yaitu "rekonsiliasi" dan "pembangunan kepercayaan". Proses ini, selain berkat kebijakan dan upaya tak kenal lelah kedua negara, juga merupakan kontribusi yang sangat penting dari para veteran dan orang-orang yang mencintai perdamaian dan mendukung hubungan kedua negara.
Pendapat tersebut menekankan pentingnya persatuan nasional dan peran penting masyarakat Vietnam di luar negeri secara umum, dan warga Amerika Vietnam secara khusus, bagi masa depan negara serta hubungan Vietnam-AS.
Para pembicara dan delegasi menghabiskan banyak waktu untuk berdiskusi, menganalisis dan terutama menghargai pesan Sekretaris Jenderal To Lam pada kesempatan peringatan 50 tahun penyatuan kembali nasional, yang menunjukkan kebijakan Partai dan Negara Vietnam yang sangat tepat dan manusiawi dalam menyembuhkan luka perang, tidak melupakan tetapi bersedia melupakan masa lalu, menatap masa depan, demi kemakmuran rakyat Vietnam serta kepentingan bersama kedua negara Vietnam-AS.
(Kantor Berita Vietnam/Vietnam+)
Sumber: https://www.vietnamplus.vn/quan-he-viet-nam-my-chang-duong-tu-cuu-thu-den-doi-tac-chien-luoc-toan-dien-post1036258.vnp
Komentar (0)