Menurut The Sun, komplotan copet di tempat wisata yang ramai sering kali beroperasi secara terorganisasi, menciptakan tabrakan "tak disengaja" untuk mengalihkan perhatian dan kemudian mendekat untuk mengambil barang. Berdasarkan pengalaman nyata, Bapak Ly Dat Thu (31 tahun), yang sedang belajar dan bekerja sebagai pemandu wisata di Roma, Italia, dan Bapak Nguyen Anh Lukas, seorang fotografer Vietnam di Prancis, berbagi 4 cara untuk membantu wisatawan menjaga barang bawaan mereka tetap aman saat bepergian di Eropa.

Bersikaplah sangat waspada di stasiun dan di kereta bawah tanah.
Bapak Nguyen Anh Lukas mengatakan bahwa pencuri sering memanfaatkan momen saat Anda melewati gerbang tiket: ketika turis sedang sibuk mencari tiket atau kesulitan berjalan melewati gerbang, mereka mendekat seperti penumpang yang berdesakan dari belakang untuk mencopet. Di stasiun, waspadalah terhadap orang yang tiba-tiba mendekat, mendekati, atau "menabrak" Anda – itu bisa jadi jebakan.
Menurut Bapak Ly Dat Thu, kita perlu sangat berhati-hati terhadap kelompok perempuan yang berpura-pura hamil atau membawa tas hitam besar untuk menutupi tangan mereka saat buang air. Mereka biasanya berkelompok 3-5 orang, berpakaian agak lusuh, dan sering mengantre di stasiun yang ramai.
Di kereta bawah tanah, berdirilah dekat pintu yang tertutup, menjauh dari pintu yang terbuka. Sebaiknya berdiri membelakangi dinding (menjauh dari orang lain), sehingga Anda hanya perlu melihat ke depan dan ke samping. Jika Anda bepergian berkelompok, ingatkan semua orang untuk berhati-hati dengan saku mereka; copet sering kali mengincar gerbong yang penuh sesak.
Berpakaianlah sederhana, batasi pamer
Menurut Lukas, turis seringkali mudah dikenali karena pakaian mereka yang berwarna-warni, barang-barang bermerek, dan kurangnya rasa percaya diri, sehingga mereka menjadi sasaran empuk di bandara. Pencuri dapat mengalihkan perhatian dan kemudian "merampas" ransel dan tas langsung dari troli bagasi.
Sarannya adalah berpakaianlah dengan sopan dan sebisa mungkin terlihat lokal. Jika Anda ingin memadukan gaya busana atau membawa banyak barang bermerek untuk pemotretan, sebaiknya pesan taksi teknologi untuk pindah daripada menggunakan transportasi umum.
Jangan terlalu asyik mengambil gambar
"Saat Anda membutuhkan seseorang untuk mengambil foto, sebaiknya carilah rombongan wisatawan Korea, Jepang, Tiongkok, atau mintalah bantuan wisatawan Barat yang bepergian dalam rombongan keluarga," ujar Ly Dat Thu. Namun, perhatikan baik-baik sebelum menyerahkan ponsel Anda.
Saat berswafoto, pegang kamera dengan stabil dan perhatikan lingkungan sekitar. Tali ponsel akan membantu Anda tetap aman di tengah keramaian yang bergerak cepat.
Kenakan ransel di depan, minimalkan barang penting
Kenakan ransel atau tas selempang beritsleting dan letakkan di depan dada. "Jangan simpan ponsel dan dokumen penting di saku samping jaket, karena kecerobohan sedetik saja bisa membuat Anda kehilangannya," ujar Nguyen Anh Lukas.
Di dalam ransel, sebaiknya hanya bawa barang-barang ringan dan berharga rendah seperti botol air, tisu, syal, dan jaket tipis. Bapak Ly Dat Thu menekankan: jangan meninggalkan dokumen penting di dalam ransel saat bepergian; sebaiknya simpan di kamar Anda untuk menghindari prosedur rumit jika hilang.
Bawalah uang tunai secukupnya dan simpan di tempat yang mudah Anda akses. Saat berbelanja, prioritaskan penggunaan kartu atau dompet elektronik di ponsel Anda untuk mengurangi risiko.
Ringkasan
Pencopetan sering terjadi setelah tabrakan yang tampaknya acak di tengah keramaian. Tetap tenang, berdiri di posisi "aman" di kereta, berpakaian sopan, tidak mengambil foto, dan selalu mengenakan tas di dada adalah langkah-langkah sederhana namun efektif untuk melindungi barang bawaan Anda saat mengunjungi destinasi populer di Eropa.
Sumber: https://baonghean.vn/rome-va-chau-au-4-cach-tranh-moc-tui-noi-dong-khach-10313113.html






Komentar (0)