Samsung menyatakan bahwa pada paruh kedua tahun 2024, server bertenaga AI akan menguasai pangsa pasar data yang lebih besar, seiring dengan investasi besar penyedia layanan cloud dan perusahaan-perusahaan besar di bidang AI. Hal ini tidak hanya akan mendorong permintaan chip pemrosesan AI, tetapi juga membantu memulihkan nilai semikonduktor setelah lama terdampak pandemi.
Laba operasional Samsung pada kuartal kedua tahun 2024 mencapai $7,52 miliar, naik 15 kali lipat dari $484,5 juta pada periode yang sama tahun lalu. Ini merupakan laba operasional tertinggi yang dicatat Samsung sejak kuartal ketiga tahun 2022, terutama berkat pemulihan yang kuat pada bisnis cipnya.
Samsung memperkirakan pasar chip AI akan terus berkembang pesat di masa mendatang, membuka peluang besar bagi produsen chip.
Salah satu faktor utama yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ini adalah meningkatnya permintaan untuk chip DRAM kelas atas, terutama chip memori bandwidth tinggi (HBM) yang banyak digunakan dalam chipset AI.
Chip ini merupakan inti dari server pusat data dan produk AI modern, yang membantu mendorong nilai chip di pasar.
Samsung juga mengungkapkan bahwa pendapatan chip HBM-nya pada kuartal kedua meningkat sekitar 50% dibandingkan kuartal sebelumnya, menunjukkan daya tarik yang kuat dari produk terkait AI, terutama dalam konteks perusahaan teknologi besar yang meningkatkan investasi dalam infrastruktur AI.
Bersama Samsung, pesaing industri seperti SK Hynix juga mencatat hasil positif di kuartal kedua. Pekan lalu, SK Hynix melaporkan laba kuartalan tertinggi sejak 2018, menunjukkan pertumbuhan yang kuat di pasar chip AI.
Hal ini juga mencerminkan tren umum industri semikonduktor global, karena permintaan akan teknologi baru, termasuk AI dan komputasi awan, mendorong pemulihan pasar.
[iklan_2]
Sumber: https://www.congluan.vn/samsung-electronics-du-bao-thi-truong-chip-ai-tang-manh-nua-cuoi-2024-post305695.html
Komentar (0)