Kementerian Pariwisata dan Olahraga Thailand mengatakan pada 14 Juli bahwa mereka akan menunda pelaksanaan rencana pemungutan biaya masuk ke negara tersebut hingga awal tahun 2026.
Langkah ini dilakukan saat industri pariwisata negara Asia Tenggara itu menghadapi kemerosotan pendapatan, sebagian besar disebabkan oleh penurunan jumlah pengunjung dari China.
Tn. Jakraphol Tangsutthitham, Asisten Menteri Pariwisata dan Olahraga Thailand, mengatakan bahwa rencana untuk memungut biaya masuk dari wisatawan asing, juga dikenal sebagai biaya masuk, masih dalam tahap penelitian dan penilaian dan belum saat yang tepat untuk memungut biaya jenis ini.
Ia mengungkapkan bahwa tol tersebut kemungkinan akan diterapkan pada kuartal pertama atau kedua tahun 2026. Hal ini dianggap sebagai isu besar yang perlu dipertimbangkan secara matang. Tarif tol akan berbeda untuk jalur darat, laut, dan udara, dan belum ada angka pastinya. Tujuannya adalah untuk memberikan dampak positif pada kedua aspek: menjamin keselamatan dan membangun kepercayaan wisatawan ketika memutuskan untuk berkunjung ke Thailand.
Industri pariwisata menyumbang sekitar 12% dari produk domestik bruto (PDB) Thailand. Per 6 Juli, jumlah total wisatawan ke Thailand mencapai 17,2 juta, turun 5,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Penurunan tersebut sebagian disebabkan oleh jumlah wisatawan asal China yang turun menjadi 2,3 juta sejak awal tahun 2025, dibandingkan dengan 3,4 juta pada periode yang sama tahun lalu.
Sumber: https://www.vietnamplus.vn/thai-lan-hoan-thuc-hien-thu-phi-nhap-canh-den-dau-nam-2026-post1049645.vnp
Komentar (0)