Dalam pengumuman pada tanggal 15 Januari, pemerintah Nauru mengatakan pihaknya menganggap Taiwan "bagian yang tidak terpisahkan dari wilayah Tiongkok" dan akan memutuskan semua hubungan dengan Taiwan pada hari yang sama, menurut Reuters.
Negara kepulauan Nauru baru saja mengumumkan pemutusan hubungan dengan Taiwan.
TANGKAPAN LAYAR THE GUARDIAN
Nauru menyatakan bahwa pemulihan hubungan diplomatik penuh dengan Tiongkok merupakan kepentingan terbaik negara dan rakyatnya. "Perubahan ini sama sekali tidak dimaksudkan untuk memengaruhi hubungan baik kami yang telah terjalin dengan negara lain. Nauru tetap menjadi negara berdaulat dan merdeka serta berupaya menjaga hubungan persahabatan dengan negara lain," tegas pemerintah Nauru.
Kementerian Luar Negeri Tiongkok mengeluarkan pernyataan yang menyatakan apresiasi dan menyambut baik keputusan pemerintah Nauru, serta menegaskan kesiapannya untuk membuka babak baru dalam hubungan bilateral dengan Nauru berdasarkan prinsip "Satu Tiongkok".
Dalam pernyataan tak lama setelah itu, Tn. Tien Chung Quang, Wakil Direktur Kementerian Luar Negeri Taiwan, mengatakan Taiwan akan memutuskan hubungan dengan Nauru dengan segera untuk melindungi kehormatannya.
Langkah ini diambil setelah pemilihan presiden dan legislatif Taiwan selama akhir pekan, di mana Lai Ching-teh terpilih sebagai presiden tetapi Partai Progresif Demokratik yang berkuasa kehilangan mayoritas di legislatif setelah delapan tahun.
Nauru adalah salah satu negara terkecil di dunia dengan populasi hanya 12.500 jiwa. Honduras adalah negara terakhir yang memutuskan hubungan dengan Taiwan pada Maret 2023.
[iklan_2]
Tautan sumber
Komentar (0)