Setelah tepat 10 tahun pembelajaran, Provinsi Dak Lak baru saja merestrukturisasi ujian masuk untuk kelas 10 (tahun ajaran 2024-2025). Selama 10 tahun ajaran 2023-2024 dan sebelumnya, Provinsi Dak Lak menerima siswa kelas 10 dengan mempertimbangkan transkrip, dan hanya menerima siswa dari sekolah khusus. Namun, nilai acuan untuk tahun ajaran 2024-2025 sangat rendah. Di antara 12 sekolah yang menyelenggarakan ujian masuk, terdapat banyak sekolah dengan nilai penerimaan kelas 10 hanya 5-6 poin untuk 3 mata pelajaran, tetapi masih kurang dari hampir 700 poin target.
Menghadapi situasi ini, banyak sekolah meminta pengurangan nilai gagal dari 1 menjadi 0 agar kuota pendaftaran terpenuhi. Namun, menurut Ibu H Yim Kđoh, Wakil Ketua Komite Rakyat Provinsi Dak Lak, rencana penerimaan siswa baru kelas 10 untuk tahun ajaran 2024-2025 tidak akan berubah. Provinsi tidak menerima permintaan pengurangan nilai gagal dalam hal apa pun: "Bagi sekolah yang menyelenggarakan ujian masuk kelas 10 tetapi tidak memenuhi kuota, sekolah tidak boleh menurunkan nilai penerimaan untuk memenuhi kuota, dan tidak boleh mempertimbangkan penerimaan berdasarkan nilai untuk melengkapi kuota yang belum terpenuhi," tegas Ibu H Yim Kđoh.
Menurut statistik dari Departemen Pendidikan dan Pelatihan provinsi Dak Lak, dalam ujian masuk kelas 10 di provinsi tersebut, terdapat 1.887 nilai gagal, yang mana Matematika menyumbang nilai paling banyak dengan 1.799 nilai gagal, Bahasa Asing memiliki 14 nilai gagal dan Sastra memiliki 74 nilai gagal.
Komentar (0)