Kanselir Jerman Olaf Scholz membuka akun TikTok dan berjanji tidak akan menari di platform media sosial yang populer di kalangan anak muda itu.
Juru bicara Kanselir Scholz, Steffen Hebestreit, mengatakan pada 8 April bahwa saluran pemerintah tersebut akan "meningkatkan penyediaan informasi kepada warga negara, yang semakin ingin mendapatkan informasi dan berdiskusi politik di TikTok."
Akun tersebut akan memberikan "tampilan di balik layar kehidupan sehari-hari pemerintahan ," tambahnya.
Kanselir Jerman Olaf Scholz berpidato di Aqaba, Yordania, 17 Maret. Foto: AFP
Kanselir Scholz juga mengklarifikasi pendekatan barunya terhadap TikTok. "Saya tidak akan menari, saya janji," tulisnya di X.
Kanselir Scholz menjadi pemimpin Barat terbaru yang bergabung dengan platform media sosial berbagi video milik Tiongkok, meskipun ada kekhawatiran atas keamanan dan disinformasi.
Presiden AS Joe Biden meluncurkan akun tersebut pada bulan Februari untuk menjangkau pemilih muda menjelang pemilu akhir tahun ini. Namun, kehadiran pemimpin AS tersebut di akun tersebut tidak menghentikannya untuk menyampaikan kekhawatirannya tentang kepemilikan TikTok kepada Presiden Tiongkok Xi Jinping melalui panggilan telepon awal bulan ini.
Hebestreit mengatakan pembukaan rekening tersebut terjadi "secara kebetulan" beberapa hari sebelum kunjungan Kanselir Scholz ke Tiongkok akhir pekan lalu. Ia juga mencatat bahwa kantor kanselir meluangkan waktu untuk mengevaluasi platform tersebut sebelum mendaftar.
Para pejabat Barat kerap menyuarakan kekhawatiran tentang popularitas TikTok di kalangan anak muda, menuduh aplikasi tersebut mengumpulkan informasi untuk pemerintah Tiongkok dan menjadi alat pengaruh Beijing. Namun, pemilik TikTok, ByteDance, membantahnya.
Dewan Perwakilan Rakyat AS bulan lalu meloloskan rancangan undang-undang yang akan memaksa TikTok untuk melepaskan diri dari perusahaan induknya ByteDance atau menghadapi larangan nasional.
Vu Hoang (Menurut AFP )
[iklan_2]
Tautan sumber
Komentar (0)