Setelah kunjungan mereka ke Finlandia berjalan sukses, pada malam tanggal 22 Oktober (waktu setempat), pesawat khusus yang membawa Sekretaris Jenderal To Lam dan istrinya Ngo Phuong Ly, beserta delegasi tingkat tinggi Vietnam, tiba di Bandara Internasional Sofia.
Dalam penyambutan di bandara, Sekretaris Jenderal To Lam beserta istri dan delegasinya hadir dari pihak Bulgaria: Bapak Atanas Zafirov, Ketua Partai Sosialis dan Wakil Perdana Menteri; Bapak Roussi Ivanov, Sekretaris Urusan Luar Negeri Istana Kepresidenan; dan Bapak Mircho Ivanov, Kepala Departemen Protokol Istana Kepresidenan.
Dari pihak Vietnam hadir: Duta Besar Vietnam untuk Bulgaria Nguyen Thi Minh Nguyet; staf Kedutaan Besar Vietnam dan anggota komunitas Vietnam di Bulgaria.

Kunjungan Sekretaris Jenderal tersebut berlangsung pada saat kedua negara merayakan ulang tahun ke-75 pendirian hubungan diplomatik, dan merupakan kunjungan pertama Sekretaris Jenderal Partai Komunis Vietnam sejak transisi politik Bulgaria pada tahun 1990.
Kunjungan ini juga menunjukkan apresiasi Vietnam terhadap mitra dan sahabat tradisionalnya yang telah memberikan dukungan dan kontribusi berharga bagi perjuangan pertahanan nasional di masa lalu dan bagi perjuangan pembangunan dan pengembangan nasional saat ini...
Kunjungan ini akan menjadi kesempatan bagi para pemimpin kedua negara untuk secara strategis mengarahkan dan meningkatkan hubungan Vietnam-Bulgaria ke tingkat yang baru, terutama di bidang-bidang di mana Bulgaria memiliki kekuatan dan Vietnam memiliki kebutuhan, seperti teknologi informasi, komputasi kuantum, kecerdasan buatan (AI), transformasi digital, transformasi hijau, dan ilmu biomedis. Pada saat yang sama, ini juga merupakan kesempatan bagi kedua negara untuk membangun jembatan kepercayaan yang kokoh yang menghubungkan Bulgaria dengan ASEAN dan sebaliknya, Vietnam dengan Uni Eropa.
Sebagai salah satu negara pertama yang menjalin hubungan diplomatik dengan Vietnam, sejak tahun 1950, persahabatan antara Vietnam dan Bulgaria telah dipelihara dengan cermat oleh generasi pemimpin dan rakyat kedua negara.
Pada bulan Agustus 1957, Presiden Ho Chi Minh melakukan kunjungan persahabatan resmi ke Bulgaria, meletakkan dasar dan membuka periode perkembangan positif dalam hubungan antara kedua negara dengan dukungan dan bantuan materiil dan spiritual yang berharga yang diberikan Bulgaria kepada Vietnam.
Rakyat Vietnam akan selalu mengingat gambar ribuan mahasiswa dan warga Bulgaria yang turun ke jalan untuk memprotes perang di Vietnam. Rumah Sakit Vietnam-Bulgaria di Thai Binh dan Taman Kanak-kanak Vietnam-Bulgaria di Hanoi adalah hadiah bermakna yang diberikan rakyat Bulgaria kepada rakyat Vietnam. Bulgaria telah melatih ribuan ahli Vietnam dengan gelar universitas dan pascasarjana, dan puluhan ribu pekerja terampil…

Dari segi politik dan diplomasi, kedua pihak secara teratur mengadakan pertukaran delegasi tingkat tinggi dan delegasi lainnya, serta secara berkala menerapkan mekanisme kerja sama bilateral, sehingga membangun landasan kepercayaan politik yang mendalam.
Perputaran perdagangan bilateral telah tumbuh stabil dalam beberapa tahun terakhir. Mengenai pendidikan dan pelatihan, kedua negara telah menandatangani program kerja sama untuk periode 2025-2028 dan sedang mempertimbangkan untuk memperluas kerja sama dalam pelatihan di bidang-bidang unggulan Bulgaria seperti teknologi informasi, keamanan siber, pemerintahan elektronik, dan administrasi publik.
Kerja sama di bidang pertahanan, keamanan, budaya, ketenagakerjaan, dan lain-lain, semakin berkembang. Kedua belah pihak juga melaksanakan tugas-tugas penelitian ilmiah kolaboratif; membentuk Komite Kerja Sama di bidang Sains dan Teknologi, yang berfokus pada bidang-bidang baru.
Sumber: https://vietnamnet.vn/tong-bi-thu-to-lam-va-phu-nhan-bat-dau-tham-bulgaria-2455505.html










Komentar (0)