- Sushi: Simbol masakan Jepang
- Matcha Nama Chocolate: Perpaduan yang manis dan lembut
- Mie Udon: Rasa yang kaya di setiap helainya
- Pancake Jepang: Pesona dari negeri bunga sakura
- Yakitori: Ayam Panggang Arang yang Mempesona
- Shabu Shabu Hot Pot: Pengalaman Kuliner Interaktif yang Unik
- Tonkatsu: Potongan daging babi goreng yang sempurna
- Takoyaki: Bola Gurita Renyah dari Osaka
- Tempura: Makanan goreng yang lembut dan artistik
- Ramen: Jiwa Makanan Jalanan
- Sashimi: Rasa segar dari laut
- Kue Mochi: Manisnya Tradisi dan Kreativitas
- Chirashi-don: Semangkuk nasi yang kaya rasa
- Nasi Kari Jepang: Rasa Khas dengan Rasa Unik
- Wagyu: Daging sapi yang paling meleleh
- Yaki-imo: Ubi panggang
- Natto: Kedelai yang difermentasi
- Nasi Teh Hijau Ochazuke: Sup ayam untuk jiwa
- Onigiri: Bola nasi yang populer
- Oden: Sup musim dingin yang menghangatkan hati
Sushi: Simbol masakan Jepang
Sushi adalah simbol kuliner Jepang, yang memadukan nasi cuka dengan hidangan laut segar seperti salmon, udang, dan tiram. Hidangan ini sering disajikan dengan wasabi, jahe, dan kecap. Kesederhanaan namun berkelas dalam cita rasanya membuat sushi dicintai di seluruh dunia.

Ciri khas sushi adalah kesederhanaan dan minimalisnya. Nasi putih bersih dibasahi sedikit dengan air madu dan cuka beras, lalu dipadukan dengan potongan ikan segar yang diiris tipis dan hati-hati.
Matcha Nama Chocolate: Perpaduan yang manis dan lembut
Cokelat Matcha Nama merupakan perpaduan sempurna antara rasa pahit khas bubuk teh hijau Matcha dan rasa manis lembut dari cokelat.

Matcha, teh hijau istimewa yang terbuat dari daun teh yang digiling halus, memberikan warna hijau tua dan rasa yang unik. Dipadukan dengan cokelat segar yang lembut, matcha menciptakan permen yang lembut, terbungkus dalam lapisan cokelat yang mengilap.
Saat menikmatinya, Anda akan merasakan perpaduan sempurna antara pahitnya Matcha dan manisnya coklat, menghadirkan pengalaman rasa yang unik dan menarik.
Mie Udon: Rasa yang kaya di setiap helainya
Mi udon, terbuat dari tepung terigu putih tebal, memiliki rasa yang lezat dan tekstur lembut yang khas. Mi ini sering diolah menjadi berbagai hidangan lezat, mulai dari mi kukus sederhana hingga mi tumis yang rumit.

Salah satu variasi yang paling populer adalah "Kake Udon", di mana mie Udon direndam dalam kaldu yang terbuat dari tulang ikan atau ayam, bersama bumbu-bumbu seperti mirin dan pasta miso.
Mie udon sering kali diberi hiasan rebung segar, tempura, dan rumput laut, menjadikannya sebuah karya seni menarik dalam masakan Jepang.
Pancake Jepang: Pesona dari negeri bunga sakura
Pancake Jepang adalah hidangan tradisional yang unik, terbuat dari tepung beras dan air kelapa segar.
Banh xeo diiris tipis, menciptakan kerak yang renyah dan transparan, kemudian disusun dengan bahan-bahan seperti udang, daging babi, ayam, sayuran mentah, dan bumbu-bumbu seperti mustard dan saus ikan tradisional.
Yakitori: Ayam Panggang Arang yang Mempesona
Yakitori, atau "ayam panggang di atas arang," berasal dari bar-bar kecil di Jepang. Yakitori disiapkan dengan memanggang potongan ayam, hati, organ, dan bahkan jamur.
Setelah matang merata dan harum, barulah dibaluri dengan tepung, rempah-rempah atau kecap asin khusus sehingga menghasilkan cita rasa yang unik dan nikmat.
Shabu Shabu Hot Pot: Pengalaman Kuliner Interaktif yang Unik
Shabu-shabu hot pot biasanya terbuat dari daging sapi, babi, atau makanan laut segar yang dipotong tipis-tipis. Sayuran mentah seperti bok choy, jamur, bihun, dan rempah-rempah disajikan di sampingnya.

Hidangan ini sering dipadukan dengan kaldu dashi yang lezat dan asin serta saus cabai atau bumbu saus ikan yang disiapkan khusus, sehingga menciptakan rasa yang kaya dan lezat.
Tonkatsu: Potongan daging babi goreng yang sempurna
Tonkatsu adalah potongan daging babi yang dilumuri telur dan tepung, lalu digoreng dalam minyak panas. Hasilnya adalah hidangan lezat dengan kulit tipis dan renyah serta isi daging babi yang empuk.

Masakan Jepang sering memadukan hidangan ini dengan saus dan bahan-bahan lainnya. Cara paling umum untuk menyajikan Tonkatsu adalah dengan nasi putih dan semangkuk saus yang disebut "saus tonkatsu".
Takoyaki: Bola Gurita Renyah dari Osaka
Takoyaki berasal dari Osaka. Biasanya dibuat dengan mesin penggorengan khusus, dengan setiap kue berukuran kecil, bulat, renyah, dan berwarna keemasan di bagian luar, serta diisi dengan potongan kecil cumi-cumi dan bumbu-bumbu seperti daun bawang, bubuk ikan, rempah-rempah kuat, dan selada laut.

Takoyaki biasanya disajikan dengan mayones, saus takoyaki, dan lumpur takoyaki.
Tempura: Makanan goreng yang lembut dan artistik
Tempura adalah sayuran dan udang yang dilapisi tepung dan digoreng. Perbedaan Tempura dengan hidangan goreng tepung biasa terletak pada cara pencampuran adonan, cara menggorengnya, bumbu-bumbu pendamping, dan saus cocolannya.

Adonan untuk membuat tempura adalah pasta tepung terigu, kuning telur, dan air dingin. Minyak untuk menggoreng adalah campuran minyak goreng biasa dan minyak wijen.
Bahan-bahan tempura sangat sederhana, tetapi yang paling populer tetaplah Tempura Udang. Saat memesan, Anda sebaiknya memesan sepiring Tempura campuran yang terdiri dari Tempura Sayur dan Tempura Udang untuk menikmati semua bahannya.
Ramen: Jiwa Makanan Jalanan
Mi ramen sebenarnya berasal dari Tiongkok. Salah satu elemen terpenting dalam ramen adalah kuahnya, yang merupakan campuran dashi dan kaldu. Semangkuk ramen terdiri dari mi yang disajikan dengan irisan daging babi, daun bawang, telur, tahu, bakso ikan, dan rumput laut.
Ada banyak jenis mie Ramen dengan nama berbeda sesuai dengan rasa kuahnya: Tonkotsu ramen (mie tulang babi), Shoyu ramen (mie kecap), Miso ramen (mie kecap) dan Shio ramen (mie asin).
Sashimi: Rasa segar dari laut
Seperti Sushi, Sashimi adalah hidangan tradisional dan khas negeri Bunga Sakura, dengan bahan utama makanan laut segar.

Sashimi dipotong menjadi irisan tipis, dimakan dengan jahe dan dicelupkan ke dalam kecap asin campuran Wasabi, sehingga mengeluarkan rasa segar dari bahan-bahan segar dan rasa pedas Wasabi.
Kue Mochi: Manisnya Tradisi dan Kreativitas
Kue mochi, salah satu bintang cemerlang dalam kerajaan kuliner Jepang, tidak hanya menarik dengan rasanya yang manis dan lembut, tetapi juga membuat siapa pun yang mencobanya tenggelam dalam pesonanya yang unik.

Mochi biasanya dibuat menjadi bola-bola kecil, dengan cangkang yang terbuat dari tepung ketan putih murni, sehingga memberikan kelembutan dan elastisitas yang khas. Keistimewaannya adalah isian di dalamnya yang beragam, seperti kacang hijau, nanas, buah segar, atau cokelat.
Chirashi-don: Semangkuk nasi yang kaya rasa
Nasi campur dengan sashimi, telur ikan, dan bulu babi. Hidangan ini memikat berkat penyajiannya yang penuh warna dan rasa segarnya.

Makanan khas Uogashi Senryo adalah Kaisen hitsumabushi, chirashi donburi yang dicampur dengan banyak ikan mentah dan diberi uni, bulu babi, dan ikura, telur salmon.
Nasi Kari Jepang: Rasa Khas dengan Rasa Unik
Nasi kari (カレーライス - karei raisu) adalah hidangan sehari-hari yang sangat populer di Jepang.
Berbeda dengan kari India, kari Jepang biasanya lebih manis, tidak terlalu pedas, lebih kental, dan lebih creamy. Selain itu, nasi kari Jepang tidak hanya memiliki saus, tetapi juga beragam topping seperti ayam goreng, cumi goreng, dan udang goreng.
Wagyu: Daging sapi yang paling meleleh
Tak ada yang sebanding dengan gigitan pertama wagyu mewah ini. Rasanya lembut, seperti mentega, dan lumer di mulut. Setelah mencicipi wagyu, semua daging lainnya terasa kurang menarik karena rasanya yang hambar.

Yaki-imo: Ubi panggang
Setiap kali angin musim dingin bertiup di Jepang, jalanan Tokyo dipenuhi aroma yaki-imo yang menggoda, ubi panggang.

Suara-suara mengundang dari gerobak kecil yang menjual ubi jalar panggang yang berkeliaran di jalan dapat dengan mudah didengar di mana-mana.
Natto: Kedelai yang difermentasi
Nattō adalah makanan tradisional Jepang yang terbuat dari kedelai fermentasi. Nattō berwarna cokelat, berbau tajam, beraroma kacang dan gelap, serta mengandung cairan yang sangat kental dan lengket.

Nattō disantap sebagai lauk dengan nasi, atau dimasak menjadi sup, atau digunakan sebagai isian sushi gulung, bahkan dalam spageti dan soba.
Nasi Teh Hijau Ochazuke: Sup ayam untuk jiwa
Ochazuke sering disebut sebagai "Sup Ayam untuk Jiwa" ala Jepang. Hidangan ini sungguh menarik. Hidangan ini memadukan kesederhanaan semangkuk nasi putih dengan cita rasa teh hijau yang dicampur sup rumput laut. Di atasnya terdapat potongan salmon yang halus bak kepingan salju, diletakkan berselang-seling dengan buah plum.

Di Jepang, Ochazuke dianggap sebagai hidangan nasi campur yang paling banyak disiapkan dan sangat populer.
Onigiri: Bola nasi yang populer
Onigiri, juga dikenal sebagai bola nasi, adalah hidangan tradisional di negeri matahari terbit. Dengan kesederhanaannya, kemudahan pembuatannya, nilai jualnya yang tinggi, dan esensi kuliner Jepang yang kaya, termasuk warna dan rasa, hidangan ini mungkin cukup populer di kalangan semua lapisan masyarakat di Jepang setelah sushi.

Di Jepang, kita bisa membeli Ongiri di toko serba ada mana pun, bahkan lebih murah daripada secangkir kopi. Bahan-bahan untuk membuat bola nasi yang lezat ini juga sangat beragam.
Oden: Sup musim dingin yang menghangatkan hati
Oden adalah hidangan Jepang satu panci yang terdiri dari beberapa bahan seperti telur rebus, daikon, konjac, dan olahan kue ikan yang direbus dalam kaldu dashi rasa kecap asin. Bahan-bahannya bervariasi tergantung wilayah dan rumah tangga.

Sumber: https://baonghean.vn/top-20-mon-an-tinh-te-va-hap-dan-cua-am-thuc-nhat-ban-10303082.html
Komentar (0)