Selama bertahun-tahun, apartemen berlayanan, rumah bandar, atau bangunan kecil yang dibagi menjadi apartemen sewa jangka panjang atau jangka pendek, telah dianggap sebagai saluran investasi yang "menguntungkan secara berkelanjutan", menggantikan deposito bank.
Menurut Tn. Do Linh Dan, seorang pialang real estat, permintaan banyak pembeli adalah memiliki properti untuk menyimpan uang dan memperoleh pendapatan sewa yang stabil dari apartemen berlayanan, motel, dan tempat usaha.
Tren ini telah berkembang pesat dalam 1-2 tahun terakhir, terutama ketika suku bunga tabungan menurun, dan orang-orang yang memiliki modal berusaha beralih ke properti untuk "menghasilkan uang dari uang". Namun, saat ini, segmen ini sedang mengalami perkembangan yang aneh.
Cukup ketik frasa "apartemen berlayanan dijual" di Google atau di platform media sosial seperti TikTok, Facebook, atau situs web real estat seperti nhadat24h.com, muabannhadat.vn, muaban.net, nhatot.com, batdongsan.com.vn... Anda dapat melihat serangkaian iklan penjualan rumah bandar dengan apartemen berlayanan, rumah kos, kamar untuk disewakan dengan baris iklan "dengan arus kas tersedia", "dimanfaatkan untuk disewakan segera".
Faktanya, segmen ini diiklankan secara besar-besaran karena banyak alasan.
Apartemen berlayanan untuk dijual online
Menurut Bapak Ta Trung Kien, Direktur Wowhome Real Estate Company, alasan mengapa begitu banyak iklan apartemen berlayanan adalah karena investor kecil tidak memanfaatkannya sebagaimana mestinya. Alasan umumnya adalah apartemen-apartemen ini tidak dibangun sesuai standar, tidak menjamin pencegahan dan penanggulangan kebakaran, meskipun hanya seluas 50-60 m², tetapi "diisi" dengan 7-8 kamar, kekurangan penerangan, utilitas, dan pintu darurat.
"Banyak pembeli sebelumnya telah melihat dengan jelas bahwa akan sulit memenuhi ekspektasi sewa, tetapi banyak juga yang tidak memahami hukum dan terjebak, sehingga keuntungan tidak sesuai harapan. Akibatnya, mereka terpaksa menjual kembali untuk memulihkan modal," analisis Bapak Kien.
Beliau juga mencatat bahwa harga jual rumah dengan arus kas sewa (apartemen servis) biasanya 20-30% lebih tinggi daripada rumah tanpa model ini. "Jika dioperasikan dengan baik, pemilik akan menyimpannya untuk dieksploitasi agar memiliki pendapatan yang stabil, hanya sedikit yang menjual. Oleh karena itu, pembeli perlu waspada, pertimbangkan dengan cermat dokumen hukum, standar konstruksi, kapasitas operasional aktual, dan hindari menanamkan modal pada properti yang tidak dapat disewakan sesuai harapan," tegas Bapak Kien.
Bapak Linh Dan juga memperingatkan bahwa tidak semua rumah memenuhi syarat untuk menjadi apartemen berlayanan yang efektif. "Penting bagi pembeli untuk melihat apakah fungsinya sesuai, apakah tersedia cukup ruang, desain, kualitas layanan, dan apakah lokasinya sesuai untuk kebutuhan sewa," ujarnya.
Sumber: https://nld.com.vn/tp-hcm-dua-nhau-rao-ban-can-ho-dich-vu-196250627173931003.htm
Komentar (0)