Gagal jantung, juga dikenal sebagai gagal jantung kongestif, terjadi ketika jantung melemah dan tidak lagi mampu memompa darah secara efektif. Gagal jantung seringkali berkembang secara perlahan seiring waktu, menurut situs web kesehatan Healthline (AS).
Gagal jantung menyebabkan tubuh menahan cairan, yang dapat mengakibatkan penambahan berat badan.
FOTO: PEXELS
Penting untuk mendeteksi gejala gagal jantung sejak dini. Tanpa intervensi dini, gagal jantung meningkatkan risiko komplikasi serius seperti pembekuan darah yang menyebabkan stroke atau emboli paru.
Orang harus menemui dokter untuk gagal jantung jika mereka berbaring dan sering mengalami gejala berikut:
Tidak bisa berbaring datar
Banyak orang dengan masalah jantung akan mengalami penumpukan cairan di paru-paru mereka, sehingga sulit berbaring telentang di tempat tidur, terutama saat tidur telentang. Jadi, jika Anda terbangun di tengah malam dengan kesulitan bernapas atau harus tidur dengan kepala terangkat, kemungkinan besar hal itu disebabkan oleh penumpukan cairan di paru-paru Anda. Anda harus segera menemui dokter.
Desah
Penumpukan cairan di paru-paru juga menyebabkan mengi, terutama saat berbaring. Kondisi ini juga menyebabkan penumpukan cairan di dalam dan di sekitar tenggorokan, yang menyebabkan sesak napas dan batuk yang mirip dengan gejala asma.
Pergelangan kaki bengkak
Jika kaki Anda sering bengkak setelah berbaring di tempat tidur selama berjam-jam, terutama saat baru bangun tidur, bisa jadi itu disebabkan oleh masalah jantung. Para ahli mengatakan bahwa ketika jantung lemah, sirkulasi darah melambat, menyebabkan darah mengumpul di pembuluh darah kaki. Akibatnya, kaki Anda rentan bengkak, terutama pergelangan kaki.
Kenaikan berat badan
Mungkin terdengar aneh, tetapi salah satu tanda peringatan gagal jantung adalah penambahan berat badan. Hal ini terjadi karena kemampuan jantung untuk memompa darah terganggu, menyebabkan cairan menumpuk di area seperti paru-paru dan kaki. Akibatnya, berat badan pun bertambah.
Gagal jantung adalah penyakit berbahaya yang dapat dicegah. Hal pertama yang perlu dilakukan adalah membatasi asupan lemak berbahaya, seperti makanan berminyak dan makanan tinggi gula. Selain itu, para ahli menyarankan untuk berolahraga secara teratur dan berhenti merokok, menurut Healthline .
Komentar (0)