Peraturan yang berkaitan dengan rekening tabungan, terutama yang rekening tabungannya dapat dibekukan, secara langsung memengaruhi hak dan kemampuan deposan untuk menggunakan aset mereka.
Menurut undang-undang, pembekuan rekening tabungan biasanya atas permintaan nasabah, atau untuk mencegah pemborosan aset, untuk melayani penyelidikan, persidangan, dan penyelesaian kasus yang berkaitan dengan pemiliknya.
Selain itu, bagi nasabah yang menggunakan rekening tabungan sebagai agunan untuk memperoleh pinjaman hipotek atau membuka kartu kredit, bank juga akan membekukan rekening tabungan tersebut hingga nasabah memenuhi kewajiban terkait.
Setiap bank mempunyai ketentuan tersendiri mengenai simpanan tabungan, termasuk suku bunga, tata cara penyetoran, pembayaran bunga, penarikan awal, pembekuan rekening tabungan, dan sebagainya. Namun, semua itu harus dilaksanakan sesuai dengan ketentuan umum perundang-undangan.
Dengan demikian, bank diperbolehkan membekukan sebagian atau seluruh saldo tabungan nasabah dalam kasus-kasus berikut:
Atas permintaan tertulis atau keputusan otoritas yang berwenang sebagaimana ditentukan oleh undang-undang;
Atas permintaan tertulis dari nasabah atau semua nasabah (untuk simpanan tabungan bersama);
Apabila nasabah menggunakan simpanan dalam buku tabungan sebagai agunan;
Apabila ada pemberitahuan tertulis, melalui telepon atau bentuk komunikasi lain yang diterima oleh bank dari nasabah atau kuasa hukum nasabah mengenai hilangnya buku tabungan;
Apabila terdapat permohonan tertulis dari salah satu nasabah simpanan tabungan bersama untuk membekukan simpanan tabungan bersama dengan alasan para nasabah simpanan tabungan bersama sedang bersengketa mengenai simpanan tabungan bersama;
Atau kasus lain sebagaimana ditentukan oleh hukum.
Selama pemblokiran, simpanan tabungan yang diblokir dikontrol ketat oleh bank dan hanya akan dilepaskan ketika blokade berakhir.
Jika simpanan tabungan terblokir sebagian, jumlah yang tidak terblokir masih dapat digunakan secara normal.
Selain itu, simpanan tabungan yang dibekukan akan tetap memperoleh bunga pada tingkat bunga yang disepakati dan bunga yang terkumpul akan otomatis dibekukan bersama dengan simpanan tabungan yang dibekukan, kecuali ditentukan lain dalam dokumen permintaan pembekuan.
Pembekuan simpanan tabungan berakhir apabila: Berakhirnya jangka waktu pembekuan sesuai kesepakatan antara nasabah, seluruh nasabah (untuk simpanan tabungan gabungan) dan bank; Nasabah telah memenuhi kewajiban yang dijamin oleh buku tabungan; Ada keputusan atau permintaan tertulis dari instansi yang berwenang yang meminta penghentian pembekuan; Hal-hal lain yang ditentukan dalam peraturan perundang-undangan dan bank menyetujui penghentian pembekuan.
Dalam kasus apa rekening bank dibekukan?
Mengapa bank tidak mengambil tindakan tegas untuk memblokir atau mengunci akun penipuan?
Sebuah perusahaan minyak dan gas Vietnam membekukan rekeningnya di 7 bank karena utang pajak.
Setelah Departemen Pajak Provinsi Ba Ria-Vung Tau mengirimkan dokumen yang meminta 7 bank untuk membekukan rekening guna menegakkan penagihan utang pajak kurang dari VND850 juta, saham PXT, perusahaan anggota PVC, langsung anjlok harganya.
[iklan_2]
Sumber: https://vietnamnet.vn/truong-hop-nao-so-tiet-kiem-tai-ngan-hang-bi-phong-toa-2377278.html
Komentar (0)