Posisi Majelis Nasional tunduk pada mosi kepercayaan

Berdasarkan Resolusi tersebut, Majelis Nasional memberikan suara kepercayaan kepada mereka yang menduduki jabatan-jabatan berikut:

- Presiden , Wakil Presiden;

- Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat, Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat, Anggota Komisi Tetap Majelis Permusyawaratan Rakyat, Sekretaris Jenderal Majelis Permusyawaratan Rakyat, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat , Ketua Komisi-komisi Majelis Permusyawaratan Rakyat;

- Perdana Menteri, Wakil Perdana Menteri, Menteri, anggota Pemerintah lainnya;

- Ketua Mahkamah Agung Rakyat, Kepala Jaksa Penuntut Umum Rakyat, Auditor Jenderal Negara.

Dewan Rakyat Provinsi dan Kabupaten/Kota mengambil suara kepercayaan untuk orang-orang yang menduduki jabatan-jabatan berikut:

- Ketua Dewan Rakyat, Wakil Ketua Dewan Rakyat, Pimpinan Dewan Rakyat provinsi dan pimpinan Dewan Rakyat kabupaten;

- Ketua Komite Rakyat, Wakil Ketua Komite Rakyat, anggota Komite Rakyat provinsi dan kabupaten.

Pertemuan pada Sidang ke-5, Majelis Nasional ke-15. Foto: VPQH

Jangan memberikan suara kepercayaan bagi mereka yang telah mengumumkan pengunduran dirinya atau telah ditunjuk atau dipilih pada tahun pemungutan suara kepercayaan.

Majelis Nasional dan Dewan Rakyat berwenang memberikan suara kepercayaan kepada orang-orang yang menduduki jabatan yang dipilih atau disetujui oleh Majelis Nasional dan Dewan Rakyat dalam kasus-kasus sebagaimana ditentukan dalam Pasal 13 Resolusi ini.

Dalam hal seseorang pada saat yang bersamaan menduduki jabatan rangkap sebagaimana dimaksud dalam Ayat 1 atau Ayat 2 Pasal ini, pemungutan suara mosi kepercayaan hanya dilakukan satu kali untuk semua jabatan tersebut.

Tidak akan ada mosi kepercayaan yang diberikan kepada seseorang yang menduduki suatu jabatan sebagaimana disebutkan dalam Klausul 1 dan Klausul 2 Pasal ini yang telah mengumumkan pengunduran dirinya sambil menunggu masa pensiun atau telah ditunjuk atau dipilih pada tahun dilakukannya mosi kepercayaan.

Mosi kepercayaan dan mosi tidak percaya bertujuan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi kegiatan pengawasan terhadap Majelis Nasional dan Dewan Rakyat; meningkatkan kualitas dan efisiensi aparatur negara; berkontribusi dalam menilai prestise dan hasil pelaksanaan tugas dan wewenang yang diberikan kepada mereka yang dipilih, dan mosi tidak percaya, membantu mereka melihat tingkat kepercayaan mereka untuk terus berusaha, berlatih, dan meningkatkan kualitas dan efisiensi pekerjaannya; berfungsi sebagai dasar bagi badan dan organisasi yang berwenang untuk mempertimbangkan perencanaan, pelatihan, pembinaan, penempatan, dan penggunaan kader.

Penyelenggaraan pemungutan suara mosi tidak percaya dan mosi tidak percaya harus dilaksanakan sesuai dengan Resolusi ini dan ketentuan perundang-undangan terkait lainnya, guna menjamin substansi dan memberikan kontribusi terhadap peningkatan kepercayaan pemilih dan masyarakat.

Pelanggaran hukum mengenai pengambilan mosi kepercayaan dan mosi kepercayaan harus ditangani sesuai dengan ketentuan hukum.

Pada prinsipnya, pengambilan mosi kepercayaan dan pemberian mosi tidak percaya adalah untuk menjamin hak dan memajukan tanggung jawab para anggota Majelis Nasional dan para anggota Dewan Rakyat dalam mengambil mosi kepercayaan dan memberikan mosi tidak percaya; menjamin hak untuk melaporkan dan menjelaskan mereka yang menjadi sasaran mosi kepercayaan dan pemberian mosi tidak percaya.

Bersamaan dengan itu, menjamin demokrasi, objektivitas, imparsialitas, publisitas, dan transparansi; menilai dengan benar kinerja nyata tugas, wewenang, dan kualitas politik, etika, dan gaya hidup orang-orang yang dipilih dan dipilihnya; menjamin stabilitas dan efektivitas aparatur negara dan kepemimpinan Partai dalam pekerjaan kepegawaian.

Resolusi tentang pengambilan mosi kepercayaan dan pemungutan suara untuk kepercayaan terhadap orang-orang yang memegang jabatan yang dipilih atau disetujui oleh Majelis Nasional atau Dewan Rakyat (diamandemen) berlaku mulai 1 Juli 2023.  

THANH HAI