Kuil Gam dibangun pada masa Dinasti Tran untuk memuja para dewa yang berjasa melindungi negara dan rakyat seperti Cao Son, Cao Cac, Sat Hai Dai Vuong Hoang Ta Thon, Uy Minh Vuong Ly Nhat Quang, Tu Vi Thanh Nuong... Kuil Gam merupakan karya arsitektur keagamaan milik sekte Truc Lam Zen yang dibangun oleh masyarakat untuk memuja Buddha Shakyamuni dan Bodhisattva.

Kuil dan Pagoda Gam terletak di area yang sama, sebuah kompleks peninggalan kuno dan suci dengan arsitektur yang indah dan unik serta ukiran yang indah, menunjukkan kecerdikan, kecanggihan, aspirasi, dan rasa hormat para leluhur terhadap jasa para dewa, Buddha, dan leluhur. Banyak benda dan artefak kurban kuno juga dilestarikan di sini, terutama sistem arca yang unik.

Gugusan peninggalan kuil-pagoda Gam yang terletak di kompleks ekowisata spiritual Gam Ru telah diakui oleh Komite Rakyat Provinsi sebagai Peninggalan Sejarah dan Budaya Provinsi pada tahun 2007 dan mendapat kehormatan menerima Sertifikat Perlindungan UNESCO dari Federasi Asosiasi UNESCO Vietnam pada tahun 2018.

Selama bertahun-tahun, dengan perhatian dari semua tingkatan, sektor dan kemurahan hati pengunjung dari dekat dan jauh, kompleks peninggalan kuil-pagoda Gam telah dipugar dan dibangun secara luas, memenuhi kebutuhan budaya spiritual dan keagamaan masyarakat dan cukup nyaman dalam menyelenggarakan kegiatan festival.

Festival Kuil Gam - Pagoda tahun ini berlangsung selama 4 hari, dari 21 hingga 24 Maret (atau 12 hingga 15 Februari menurut kalender lunar) dengan banyak kegiatan khusus: Upacara pembukaan, upacara proklamasi, prosesi para dewa, upacara pengorbanan besar, upacara ucapan syukur, upacara doa perdamaian, upacara pembukaan, permainan rakyat (laki-laki dan perempuan mendorong tongkat, memecahkan pot dengan mata tertutup, menangkap bebek dengan mata tertutup...), kompetisi bola voli, seni bela diri tradisional, pertunjukan seni massal, pertunjukan opera, kompetisi menabuh genderang, ceramah, menyalakan lilin dan lentera...
Prosesi dewa dari kuil Gam ke Biara Zen Truc Lam Yen Thanh dengan partisipasi ribuan wisatawan merupakan puncak acara penting festival ini.

Selama festival berlangsung, Panitia Pelaksana mengerahkan ratusan relawan untuk melayani, menyambut, dan memandu pengunjung; menyiapkan puluhan ribu makanan dan minuman vegetarian bagi pengunjung yang datang dari jauh untuk menghadiri festival.

Festival Candi Gam diadakan setiap tahun untuk melestarikan, menjaga, dan mempromosikan nilai warisan bangsa. Festival ini merupakan kesempatan untuk mengungkapkan rasa hormat dan syukur masyarakat atas jasa para dewa, Buddha, dan leluhur, sekaligus mempromosikan citra pariwisata lokal.

Dengan menghadiri Festival Kuil Gam, pengunjung tidak hanya membenamkan diri di tempat festival yang sakral dan unik, tetapi juga menjelajahi, merasakan, dan menikmati ciri khas budaya dan kuliner pedesaan menawan di Sungai Dinh, Gam Ru, dan Son La.
Sumber
Komentar (0)