Pada tanggal 17 Februari, seorang perwakilan perusahaan bus tidur NT (Kota Buon Ma Thuot, Dak Lak ) menginformasikan tentang insiden di mana pengemudi dituduh melakukan pelecehan seksual terhadap seorang penumpang wanita saat ia sedang tidur.
Menurut keterangan perwakilan perusahaan bus NT, sopir yang dituduh bernama B. (52 tahun), setelah mendapatkan informasi secara daring, meski sopir ini belum kembali ke kantor pusat, ia tetap menelepon untuk melakukan verifikasi.
Perwakilan bus NT menginformasikan bahwa melalui diskusi, Tn. B. mengonfirmasi bahwa ia tidak melakukan perilaku seksual apa pun dengan penumpang tersebut. Tn. B. juga mengatakan bahwa ia sangat lelah karena mengemudi terus-menerus selama liburan Tet, sehingga ia berbaring di lorong bus untuk tidur selama perjalanan sore hari pada tanggal 16 Februari. Oleh karena itu, ada kemungkinan bahwa saat ia tidur, ia mengulurkan tangan dan menyentuh penumpang perempuan tersebut, tetapi ia tidak bermaksud apa-apa.
Menurut penilaian perusahaan bus NT, Tn. B. telah bekerja di perusahaan bus NT selama sepuluh tahun tetapi tidak memiliki reputasi buruk.
Sebelumnya, Ibu Q. (21 tahun, tinggal di Kota Buon Ma Thuot) mengunggah klip di laman Facebook pribadinya yang menuduh pengemudi B. menganiayanya dalam perjalanan dari Dak Lak menuju Kota Ho Chi Minh.
Menurut Ibu Q., pada malam tanggal 16 Februari, ia dan adik perempuannya naik bus NT menuju Kota Ho Chi Minh. Ketika kedua saudari itu duduk, seorang pengemudi pria tergeletak di lorong. Pria itu kemudian mencoba mengobrol dan berkenalan, tetapi Ibu Q. mengabaikannya.
"Sekitar pukul 22.30, pengemudi itu memasukkan tangannya ke bawah selimut yang saya pakai untuk menutupi diri dan menyentuh tubuh saya. Saya langsung menepis tangannya dan marah, tetapi dia tetap memeluk saya dan mencoba mengganggu saya. Saat itu, saya berteriak keras agar semua orang tahu," ujar Ibu Q. kesal.
Ibu Q. meminta sopir untuk meminta maaf, tetapi ia hanya meminta maaf agar masalah segera selesai. Karena tidak menerima permintaan maaf, ketika bus tiba di halte peristirahatan di Provinsi Binh Phuoc , Ibu Q. turun dan naik bus lain.
Menurut Ibu Q, ketika ia dan adiknya turun dari bus, sopir bus tidak mau mengambil barang bawaan penumpang dari bagasi. Ia kemudian mengunggah postingan di media sosial untuk meminta perusahaan bus meminta maaf dengan tulus.
[iklan_2]
Sumber
Komentar (0)