Perdana Menteri Pham Minh Chinh - Foto: VGP
Menurut laporan tersebut, pada tahun 2025 akan ada lebih dari 1,16 juta peserta, meningkat hampir 100.000 peserta dibandingkan tahun 2024. Oleh karena itu, Perdana Menteri meminta koordinasi yang erat dan harmonis dari semua tingkatan dan sektor, dan seluruh sistem untuk memastikan penyelenggaraan ujian yang serius, adil, efektif, praktis, dan lancar.
Dengan berlandaskan prinsip “mengambil calon sebagai pusat, subyek, guru sebagai penggerak, sekolah sebagai penopang, keluarga sebagai tumpuan, dan masyarakat sebagai fondasi”, maka perlu diciptakan kondisi yang paling kondusif bagi calon untuk menunjukkan kemampuannya.
Kejujuran dan objektivitas dalam mencerminkan pembelajaran dan pengajaran dengan semangat "3 jaminan": Menjamin secara mutlak keselamatan, kesehatan, kejujuran dan objektivitas mulai dari pembuatan soal, pencetakan, pengangkutan soal ujian, pengawasan, penilaian hingga pengumuman hasil.
Pastikan tanggung jawab manajemen tidak meninggalkan celah, terutama dalam konteks restrukturisasi organisasi. Dari sana, pastikan kondisi yang paling menguntungkan bagi kandidat dan keluarga mereka, mulai dari fasilitas, sumber daya manusia, layanan kesehatan , keamanan, keselamatan, rencana dukungan, informasi yang tepat waktu dan lengkap bagi kandidat, dan jangan biarkan siswa mana pun tidak dapat mengikuti ujian karena alasan subjektif.
Untuk melaksanakan tugas-tugas di atas, beliau meminta agar tugas dan tanggung jawab didefinisikan dengan jelas, dipatuhi dengan saksama, dan diciptakan kondisi yang paling kondusif bagi para kandidat untuk mengikuti ujian. Dorong dan berikan dukungan maksimal untuk akomodasi, konsumsi, perjalanan, dan penyelenggaraan ujian bagi para kandidat di daerah terpencil dan mereka yang berada dalam kondisi sulit.
Khususnya, setelah ujian tahun ini, perlu dilanjutkan penelitiannya, segera disusun peta jalannya, dibangun bank soal yang cukup besar, dipastikan kualitasnya, dan ditindaklanjuti dengan ketat program pendidikan umum. Kembangkan proyek untuk mempersiapkan kondisi yang diperlukan guna menguji coba penyelenggaraan ujian berbasis komputer di beberapa daerah mulai tahun 2027. Selanjutnya, dilanjutkan dengan penyelenggaraan ujian kelulusan SMA berbasis komputer sesegera mungkin.
Secara aktif berkoordinasi erat dengan Kementerian Keamanan Publik untuk melatih dan membimbing daerah-daerah dalam menerapkan solusi untuk mencegah dan memerangi hal-hal negatif, terutama penggunaan peralatan berteknologi tinggi dan kecerdasan buatan (AI) untuk penipuan.
Perdana Menteri juga menyampaikan kepada para siswa: Pemerintah, kementerian, lembaga, daerah, seluruh sistem politik, dan seluruh masyarakat senantiasa mendampingi dan menciptakan kondisi terbaik bagi para siswa untuk mengikuti ujian dengan percaya diri, mandiri, berdaya dan berdaya, di bawah dukungan penuh dan menyeluruh dari komite, otoritas, dan organisasi Partai, agar dapat berdiri teguh dalam kondisi ujian yang aman, dan hasil ujian dievaluasi secara adil dan objektif.
Perdana Menteri berharap agar Anda bersikap tenang, percaya diri, dan memanfaatkan sebaik-baiknya pengetahuan dan keterampilan yang telah Anda kumpulkan; anggaplah ini bukan hanya ujian, kenangan paling berkesan dalam hidup Anda, tetapi juga kebanggaan sekolah dan keluarga Anda; kuasai pengetahuan, percaya diri, dan tunjukkan prestasi dalam ujian.
Source: https://tuoitre.vn/xay-dung-de-an-thi-diem-thi-tot-nghiep-thpt-tren-may-tinh-mot-so-dia-phuong-tu-2027-20250618195255619.htm
Komentar (0)