Ekspor pupuk pada Januari 2024 mengalami peningkatan volume dan nilai. Pada kuartal pertama tahun 2024, ekspor pupuk meningkat tajam dibandingkan periode yang sama. |
Menurut data dari Departemen Umum Bea Cukai, hingga 15 Mei, Vietnam telah mengekspor 664.202 ton pupuk, mencapai 270 juta USD, naik 11,7% dalam volume dan 6,7% dalam nilai selama periode yang sama.
Dalam empat bulan pertama tahun 2024 saja, Vietnam mengekspor pupuk ke 10 pasar. Di antaranya, Kamboja, importir pupuk terbesar dari Vietnam, mengalami sedikit penurunan sebesar 145.783 ton, turun 3,7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Omzet ekspor pupuk ke Kamboja selama periode tersebut juga menurun 9,6% dibandingkan periode yang sama, menjadi 59,2 juta dolar AS.
Daftar negara pengimpor pupuk dari Vietnam di blok ASEAN juga mencakup Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, dan Thailand. Secara spesifik, Vietnam mengekspor 45.012 ton pupuk ke Malaysia senilai 15,4 juta dolar AS, naik 18% dalam volume dan 19% dalam nilai selama periode yang sama.
Vietnam mengekspor 664.202 ton pupuk, mencapai 270 juta USD, naik 11,7% dalam volume dan 6,7% dalam nilai. |
Ekspor pupuk ke Filipina dalam empat bulan pertama tahun 2024 mencapai 38.633 ton dengan omzet sebesar 18,5 juta dolar AS. Dibandingkan periode yang sama tahun lalu, pertumbuhan volume dan nilai ekspor pupuk ke pasar ini relatif tinggi, masing-masing sebesar +281% dan +193%.
Ekspor pupuk ke Myanmar mencapai 20.790 ton dengan omzet 10,5 juta dolar AS, masing-masing naik 22% dan 5% dibandingkan tahun sebelumnya. Ekspor pupuk ke Laos mencapai 14.866 ton, turun 7,2% dibandingkan tahun sebelumnya, senilai 3,9 juta dolar AS, turun 40,9% dibandingkan tahun sebelumnya.
Thailand merupakan pasar ke-6 bagi Vietnam untuk mengekspor pupuk di ASEAN, dengan 8.031 ton dalam 4 bulan pertama tahun 2024, naik 11% tahun-ke-tahun, dan nilainya naik 12% tahun-ke-tahun, menjadi 3,7 juta USD.
Selain kelompok ASEAN, Vietnam juga mengekspor pupuk ke Korea Selatan sebanyak 83.385 ton, naik 74% dibandingkan periode yang sama, dengan omzet sebesar 34,4 juta USD, naik 96% dibandingkan periode yang sama.
Volume pupuk yang diekspor ke pasar Taiwan (Tiongkok) dalam 4 bulan pertama tahun 2024 mencatat pertumbuhan mendadak sebesar 511%, mencapai 14.548 ton (periode yang sama tahun lalu hanya 2.380 ton), dan omzetnya meningkat 454% selama periode yang sama, mencapai 6,1 juta dolar AS. Pupuk yang diekspor ke Jepang juga tumbuh 3 digit dengan volume +464% dan nilai +450%, masing-masing mencapai 15.084 ton dan 6,6 juta dolar AS.
Jika tidak ada data ekspor pada periode yang sama tahun lalu, pada 4 bulan pertama tahun 2024, Vietnam mencatat ekspor pupuk ke Mozambik sebanyak 1.365 ton dan omzet 0,8 juta USD.
Mengenai harga ekspor rata-rata dalam 4 bulan pertama tahun 2024, Mozambik merupakan pasar dengan harga tertinggi, yaitu 592 USD/ton. Myanmar berada di posisi kedua dengan 509 USD/ton.
Rata-rata ekspor pupuk Vietnam ke Filipina mencapai 481 USD/ton; Thailand mencapai 465 USD/ton, Jepang dengan 440 USD/ton, Taiwan (Tiongkok) dengan 422 USD/ton, Korea Selatan dengan 413 USD/ton.
Pasar ekspor terbesar adalah Kamboja, yang berada di peringkat ke-8 dalam hal harga rata-rata dengan 406 USD/ton. Dua pasar lainnya adalah Laos dan Malaysia dengan harga masing-masing 263 USD/ton dan 343 USD/ton.
[iklan_2]
Sumber: https://congthuong.vn/xuat-khau-phan-bon-tang-67-ve-tri-gia-so-voi-cung-ky-322890.html
Komentar (0)