Bank Pembangunan Asia (ADB) baru saja mengumumkan rencana ekspansi yang ambisius, yang diharapkan dapat meningkatkan pembiayaan tahunannya dari $24 miliar pada tahun 2024 menjadi lebih dari $36 miliar pada tahun 2034.
ADB ingin meningkatkan porsi pendanaan untuk proyek-proyek sektor swasta. Dalam foto: produksi pisang bersih oleh perusahaan swasta di Vietnam - Foto: QUANG DINH
Memenuhi kebutuhan pembangunan negara-negara anggota
Dengan memanfaatkan basis modal yang ada, ADB bertujuan untuk meningkatkan dampak pembangunan di seluruh kawasan Asia -Pasifik , memajukan prioritas strategis dalam konteks ekonomi regional yang semakin bergejolak, termasuk Vietnam.
Presiden ADB Masatsugu Asakawa mengatakan rencana tersebut merupakan langkah strategis untuk memenuhi kebutuhan pembangunan negara-negara anggota.
“Dengan memperluas kapasitas pembiayaan kami, kami akan mempercepat investasi strategis, mengatasi tantangan kompleks, dan meningkatkan taraf hidup jutaan orang di kawasan ini,” ujar Masatsugu Asakawa.
Inti dari program ini adalah Rencana Pemanfaatan Modal (CUP), yang dibangun berdasarkan reformasi manajemen keuangan yang akan dilaksanakan ADB pada tahun 2023.
Berkat itu, bank tidak hanya meningkatkan skala pinjamannya tetapi juga meningkatkan efisiensi operasionalnya, memastikan bahwa aliran modal dialokasikan dengan tepat untuk menghasilkan dampak sosial -ekonomi yang berkelanjutan.
Meningkatkan proporsi pendanaan swasta
Salah satu perubahan paling menonjol adalah pergeseran bauran pembiayaan ADB. Operasi sektor swasta diperkirakan akan meningkat dari 20% menjadi 27% dari total komitmen selama dekade mendatang, sementara pinjaman negara akan direstrukturisasi menjadi portofolio yang lebih terdiversifikasi dan seimbang untuk memastikan keberagaman dan keberlanjutan.
Hal ini menegaskan tren ADB dalam menarik modal sektor swasta guna mengurangi beban anggaran negara-negara anggota. Di saat yang sama, bank juga berencana menginvestasikan sebagian laba bersihnya dalam proyek-proyek berkualitas tinggi yang berpotensi memobilisasi pembiayaan dari pasar modal, guna meningkatkan ketahanan dan pembangunan berkelanjutan.
Inisiatif baru yang direncanakan mencakup fasilitas pinjaman dengan insentif finansial dan non-finansial, bersama dengan instrumen yang lebih fleksibel untuk meningkatkan persiapan proyek.
Bersamaan dengan rencana ini, ADB bermaksud membiayai 50% dari total komitmennya terhadap proyek-proyek terkait perubahan iklim pada tahun 2030, sembari memobilisasi $13 miliar pembiayaan sektor swasta baik dari sumber daya internal maupun modal yang dimobilisasi.
Selain itu, bank ini berkomitmen untuk mendorong kerja sama regional, mendorong pembangunan digital, dan meningkatkan peran barang publik regional. Inisiatif-inisiatif ini bertujuan untuk memastikan bahwa ADB tidak hanya menjadi sumber pembiayaan, tetapi juga pendorong pertumbuhan yang berkelanjutan dan inklusif.
Untuk memastikan efektivitas CUP, ADB akan meninjau kemajuannya setiap tahun dan menyesuaikan rencana tersebut dengan kebutuhan kawasan. Hal ini merupakan langkah penting untuk mengoptimalkan alokasi sumber daya dan membantu bank mempertahankan komitmennya dalam menciptakan Asia dan Pasifik yang sejahtera, adil, dan berkelanjutan.
Menurut ADB, perluasan skala pendanaan tidak hanya membantu ADB memperkuat posisinya sebagai lembaga keuangan pembangunan terkemuka di kawasan ini tetapi juga membawa peluang baru bagi negara-negara anggota dalam mengatasi tantangan sosial-ekonomi yang semakin kompleks.
[iklan_2]
Sumber: https://tuoitre.vn/adb-tang-quy-mo-tai-tro-len-36-ti-usd-2025021809153246.htm
Komentar (0)