GĐXH - Seorang pria Tiongkok mendapatkan kembali uang yang ditransfernya secara keliru berkat campur tangan pengadilan dan polisi.
Pria keliru transfer Rp130 juta, tapi penerima tak terima

Ilustrasi: Internet
Pada Februari 2023, Tn. Li di Tongzhou, Beijing, Tiongkok, mentransfer lebih dari 37.000 yuan (sekitar 130 juta VND) untuk membayar rekannya. Namun, saat transaksi, pria ini secara keliru mentransfer uang ke rekening orang asing. Segera setelah menyadari kesalahan tersebut, Tn. Li menghubungi polisi untuk meminta bantuan.
Dengan bantuan polisi, Tn. Ly mengidentifikasi pemilik rekening lain dan menghubungi orang tersebut untuk meminta pengembalian uang yang ditransfer secara keliru. Setelah mendengarkan penjelasan Tn. Ly tentang kejadian tersebut, penerimanya, Tn. Truong, menyangkal telah menerima uang yang ditransfer secara keliru. Karena tidak tahu bagaimana cara mendapatkan kembali uang yang hilang, Tn. Ly terpaksa menuntut Tn. Truong di pengadilan.
Di pengadilan, Tn. Truong menegaskan bahwa ia bukan lagi pemilik sebenarnya dari rekening bank tempat Tn. Ly mentransfer uang tersebut. Faktanya, informasi pribadi Tn. Truong telah dicuri oleh para penipu dan rekening banknya juga telah diambil alih oleh mereka. Oleh karena itu, penerima uang tersebut adalah para penipu.
Pengadilan membuat keputusan yang mengejutkan
Setelah mengetahui bahwa Tuan Ly telah keliru mentransfer uang ke rekeningnya, Tuan Truong segera melaporkan hilangnya rekeningnya kepada polisi. Setelah itu, pria ini juga menghubungi pihak bank untuk membatalkan rekeningnya. Untungnya, uang yang keliru ditransfer tersebut belum ditemukan oleh para penipu, sehingga masih ada di rekening tersebut. Sebelum rekening Tuan Truong dibatalkan, uang tersebut telah ditransfer ke rekening khusus oleh pihak bank.
Di pihak bank, perwakilan tersebut juga mengonfirmasi bahwa Tn. Truong telah mengajukan aplikasi untuk membatalkan rekening bank dan jumlah terkait sebesar 37.000 yuan telah ditransfer ke rekening khusus bank.
"Jika pengadilan mengharuskan Tuan Ly mengembalikan uang tersebut, kami akan bekerja sama dan mentransfer uang tersebut kembali kepada Tuan Ly," kata seorang perwakilan bank.
Akhirnya, setelah peninjauan menyeluruh atas kasus ini, Pengadilan Distrik Tongzhou mengeluarkan putusan yang mewajibkan bank terkait untuk mengembalikan lebih dari 37.000 yuan uang yang ditransfer secara keliru kepada pemilik aslinya, Tuan Li. Putusan pengadilan ini disetujui oleh para pihak yang terlibat. Kasus ini pun resmi ditutup.
Saat ini, transfer uang online melalui aplikasi perbankan telah menjadi sangat populer di kalangan pengguna. Meskipun sangat praktis dan cepat, masih terdapat beberapa kasus kesalahan transfer karena informasi tidak diperiksa dengan cermat sebelum dikirim. Dalam kasus kesalahan transfer yang umum terjadi, penerima harus mengembalikan uang kepada orang yang salah transfer. Jika penerima yang salah tidak mengembalikannya secara sukarela, ia dapat dipaksa untuk melakukannya berdasarkan putusan pengadilan atau keputusan dalam rangka gugatan untuk merebut kembali properti tersebut. Jika penerima yang salah dengan sengaja mengambil alih properti yang diterima secara tidak sengaja, ia dapat dituntut atas kejahatan kepemilikan properti secara ilegal.
Untuk membatasi situasi ini, nasabah perlu memperhatikan untuk memasukkan informasi nomor rekening yang benar, memeriksa informasi dengan cermat sebelum mentransfer uang atau memindai kode QR untuk meminimalkan risiko.
[iklan_2]
Source: https://giadinh.suckhoedoisong.vn/nguoi-dan-ong-chuyen-khoan-nham-130-trieu-dong-nhung-nguoi-duoc-chuyen-bao-khong-nhan-duoc-ai-se-la-nguoi-chiu-trach-nhiem-boi-thuong-17225031009075714.htm
Komentar (0)