1. Pengantar masakan Cina
Masakan Cina sudah ada sejak lama (Sumber foto: Dikumpulkan)
Bagi mereka yang antusias menjelajahi budaya kuliner Asia, kuliner Tiongkok tentu tak boleh dilewatkan – sebuah harta karun berupa hidangan lezat yang telah ditempa selama ribuan tahun sejarah. Ini bukan hanya kuliner kuno, tetapi juga simbol budaya yang unik, yang erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari dan tradisi masyarakat Tiongkok.
Hidangan khas Tiongkok menonjol dengan perpaduan warna, rasa, dan penyajian yang harmonis. Dari rasa pedas khas hotpot Sichuan, hingga cita rasa bebek Peking yang kaya, atau kesederhanaan hidangan vegetarian Kanton – semuanya menciptakan gambaran yang jelas tentang hidangan Tiongkok yang terkenal. Setiap daerah memiliki ciri khasnya sendiri, yang mencerminkan kondisi iklim, ketersediaan bahan, dan kebiasaan kuliner setempat. Tak hanya variasi hidangannya yang beragam, metode penyajiannya pun beragam, mulai dari mengukus, menumis, menggoreng, merebus, hingga memanggang – menunjukkan kecanggihan dan kreativitas kuliner yang tak lekang oleh waktu.
Selain itu, dengan bahan-bahan yang kaya dan beragam, orang Tionghoa telah mengubah dan mengembangkan ratusan hidangan yang berbeda. Semua hidangan ini memiliki ciri khasnya masing-masing berkat ratusan rempah-rempah. Kecanggihan sang koki telah membantu mengangkat masakan Tionghoa ke tingkat yang baru.
2. Temukan keunikan masakan tradisional Tiongkok
Rempah-rempah dalam masakan Cina (Sumber gambar: Dikumpulkan)
Beras telah lama menjadi sumber makanan penting dalam santapan sehari-hari masyarakat Tionghoa. Namun, di wilayah utara – yang beriklim lebih dingin – masyarakat sering menggunakan gandum sebagai pengganti beras. Tidak seperti beras, yang biasanya dimasak sebagai biji-bijian utuh, gandum digiling dan diolah menjadi berbagai hidangan lezat. Di antaranya, pangsit yang terbuat dari tepung terigu tak hanya menjadi hidangan yang familiar, tetapi juga simbol kuliner Tionghoa. Hidangan ini jelas mencerminkan budaya kuliner Timur, terutama saat hari raya atau reuni keluarga.
Orang Tionghoa terkenal dengan penggunaan bahan-bahan yang beragam dan canggih. Daging babi adalah makanan paling populer. Selain itu, unggas, makanan laut, daging sapi, daging domba, dll. juga banyak digunakan, menciptakan menu yang kaya rasa. Mereka tidak ragu untuk mengimpor atau meningkatkan bahan-bahan jika diperlukan untuk memastikan kualitas hidangan. Beberapa bahan umum dalam masakan Tionghoa seperti rebung, akar teratai, sirip hiu, dan bahkan bunga magnolia kering sering digunakan untuk meningkatkan nilai gizi dan cita rasa hidangan.
Rempah-rempah merupakan elemen penting yang berkontribusi pada perbedaan dalam masakan tradisional Tiongkok. Alih-alih menggunakan kecap ikan seperti orang Vietnam, orang Tiongkok lebih memilih kecap asin—kecap asin khas yang terbuat dari kedelai hitam yang difermentasi, dicampur dengan anggur, kulit jeruk keprok, dan bawang kering. Kecap asin dapat digunakan sebagai bumbu rendaman atau saus cocol, membantu meningkatkan warna dan rasa hidangan. Selain itu, bubuk lima rempah—rempah tradisional yang didasarkan pada teori yin dan yang—juga berkontribusi pada kekayaan rasa khas Tiongkok.
3. Hidangan lezat dalam masakan tradisional Tiongkok
Pangsit (Sumber gambar: Dikumpulkan)
Masakan Tiongkok telah berevolusi selama ribuan tahun. Banyak hidangan tradisional yang masih mempertahankan cita rasanya dan dicintai hingga saat ini. Di bawah ini, mari kita lihat beberapa hidangan terkenal yang telah mempopulerkan masakan Tiongkok.
3.1. Pangsit
Bakpao kukus adalah salah satu hidangan khas Tiongkok, yang dikaitkan dengan kekayaan budaya dan sejarah lebih dari 2.000 tahun. Kulit bakpao terbuat dari tepung terigu yang lembut dan halus, dilapisi isian yang kaya rasa seperti daging cincang, telur asin, sayuran, dll. Tergantung pada daerah dan preferensi, bakpao kukus dapat dikukus atau digoreng secara tradisional untuk meningkatkan cita rasa. Selama Tahun Baru Imlek, hidangan ini sering disajikan sebagai simbol kemakmuran dan reuni. Saat mempelajari masakan tradisional Tiongkok, jangan lupa untuk menikmati variasi menarik seperti bakpao kuning telur asin yang berlemak, bakpao air dengan isian daging asam khas, atau bakpao vegetarian yang ringan.
3.2. Bebek Peking
Hidangan terkenal ini telah lama menjadi simbol kuliner Tiongkok dan dikenal di seluruh dunia . Kulitnya yang tipis renyah merata, berkilau seperti lapisan madu yang berkilau. Daging di dalamnya lembut, manis alami, dan dimasak secukupnya hingga tetap juicy. Keistimewaan yang tak tergantikan adalah saus spesialnya, kombinasi daun bawang, kecap, dan kacang manis - resep rahasia yang diwariskan turun-temurun dari para koki. Jika Anda berkesempatan mengunjungi Tiongkok, jangan lewatkan kesempatan untuk menikmati bebek Peking yang terkenal ini. Meskipun dapat ditemukan di banyak tempat, untuk merasakan cita rasa aslinya sepenuhnya, Anda harus mencobanya langsung di ibu kota Beijing.
3.3. Pangsit
Pangsit adalah salah satu hidangan tradisional tertua dalam masakan Tionghoa, sering muncul saat hari raya dan reuni keluarga. Tak hanya menjadi hidangan populer, pangsit juga memiliki makna keberuntungan, melambangkan reuni dan kemakmuran. Kulit pangsit terbuat dari perpaduan harmonis antara beras ketan dan beras non-ketan—dua jenis beras yang dipercaya membawa kedamaian dan keberuntungan. Khususnya dalam dunia bisnis, pangsit merupakan hidangan wajib di awal tahun baru atau pada upacara-upacara keberuntungan, dengan keyakinan bahwa perpaduan kedua jenis beras tersebut akan membantu pekerjaan berjalan lancar dan sesuai harapan.
Lebih dari sekadar hidangan lezat, masakan Tiongkok juga merupakan kristalisasi sejarah, budaya, dan seni hidup yang telah diwariskan selama ribuan tahun. Setiap rasa dan metode penyajian mengandung filosofi yang mendalam dan mencerminkan identitas unik bangsa. Meskipun berlalunya waktu, nilai masakan tradisional Tiongkok tetap teguh dan terus menyebarkan daya tariknya ke seluruh dunia.
Sumber: https://www.vietravel.com/vn/am-thuc-kham-pha/am-thuc-trung-quoc-v17303.aspx
Komentar (0)