Agar dapat dipertimbangkan untuk lulus SMA, kandidat harus menyelesaikan sejumlah ujian yang diwajibkan. Dalam beberapa kasus khusus, kandidat berhak mendapatkan perlakuan khusus.
Tahun 2024 adalah tahun pertama penerapan Surat Edaran No. 02/2024/TT-BGDDT tentang perubahan dan penambahan sejumlah pasal dalam peraturan ujian kelulusan SMA. Calon peserta didik diharapkan memperhatikan peraturan tentang hak-hak mereka saat mengikuti ujian agar dapat secara proaktif mempersiapkan rencana jika terjadi masalah. Selain untuk setiap kasus spesifik, peraturan ujian Kementerian Pendidikan dan Pelatihan juga memberikan instruksi mengenai ketentuan khusus.

Siswa Hanoi mengikuti survei untuk mempersiapkan ujian kelulusan SMA tahun 2024. Foto: Thong Nhat
Berdasarkan peraturan ujian, agar dapat dipertimbangkan untuk mendapatkan pengakuan kelulusan SMA, kandidat harus mengikuti ujian dan menyelesaikan sejumlah tes yang diwajibkan. Namun, dalam beberapa kasus khusus, kandidat berhak mendapatkan hak istimewa kelulusan.
Secara khusus, ada tiga kasus di mana kandidat dipertimbangkan untuk kelulusan sekolah menengah atas khusus:
Pertama, jika terjadi kecelakaan, sakit, atau keadaan darurat khusus dalam 10 hari sebelum tanggal ujian, atau pada hari ujian pertama, kandidat tidak dapat mengikuti ujian. Kandidat ini harus memiliki peringkat akademik dan perilaku yang baik atau lebih baik selama seluruh tahun ajaran kelas 12.
Kedua, jika terjadi kecelakaan, sakit, atau keadaan darurat khusus setelah mengikuti setidaknya satu ujian dan tidak dapat melanjutkan ujian, atau setelah kecelakaan, sakit, atau keadaan darurat khusus, secara sukarela mengikuti ujian yang tersisa. Kandidat harus memenuhi persyaratan berikut: Nilai ujian yang diikuti untuk pengakuan kelulusan harus 5,0 poin atau lebih tinggi; tergolong kelas 12 dengan prestasi akademik rata-rata atau lebih tinggi dan perilaku baik atau lebih tinggi.
Ketiga, atlet yang memenuhi persyaratan diberikan pertimbangan khusus sesuai ketentuan Pasal 5, Keputusan Pemerintah No. 36/2019/ND-CP tanggal 29 April 2019.
Secara spesifik, Pasal 5 Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2019/ND-CP menyatakan: “Atlet yang berprestasi dalam ajang olahraga tingkat nasional atau internasional, berhak mengikuti jenjang pendidikan menengah pertama atau menengah atas khusus apabila waktu ujiannya bertepatan dengan waktu atlet tersebut berlatih di luar negeri atau mengikuti ajang olahraga tingkat internasional”.
Ujian kelulusan sekolah menengah atas tahun 2024 akan berlangsung pada tanggal 27 dan 28 Juni, dengan lebih dari 1 juta kandidat terdaftar untuk mengikuti ujian.
Sumber
Komentar (0)