Secara spesifik, Google menyatakan bahwa Bard "kini tersedia di sebagian besar dunia dan dalam bahasa-bahasa yang paling banyak digunakan. Dan kami meluncurkan fitur-fitur baru untuk membantu Anda menyesuaikan pengalaman dengan lebih baik, meningkatkan kreativitas, dan menyelesaikan lebih banyak hal."
Ikon chatbot Bard. Foto: Google
Menurut Google juga, mulai 13 Juli, pengguna dapat berinteraksi dengan Bard dalam lebih dari 40 bahasa, termasuk Arab, Cina, Jerman, Hindi, Spanyol, dan Vietnam.
Patut dicatat, akses Bard telah diperluas ke hampir setiap negara di dunia, termasuk Vietnam. Perluasan ini penting untuk Brasil dan Uni Eropa—tempat-tempat di mana chatbot sebelumnya menghadapi kendala terkait privasi data.
Selain memperluas jumlah bahasa dan negara yang dapat diakses, Google juga menambahkan banyak fitur baru dalam pembaruan ini. Khususnya, Bard kini dapat merespons melalui audio. Artinya, pembaca dapat memilih untuk merespons melalui teks atau audio.
Selain itu, pengguna dapat mengubah nada dan gaya balasan Bard sesuai keinginan. Ada lima opsi berbeda yang dapat dipilih: sederhana, panjang, pendek, profesional, atau kasual. Namun, fitur ini saat ini hanya tersedia dalam bahasa Inggris.
Detail penting lainnya adalah Bard bahkan memungkinkan pengguna untuk membagikan sebagian atau seluruh jawaban yang dihasilkan oleh chatbot ini. Selain itu, pengguna juga dapat "mengoreksi pengucapan suatu kata atau mendengarkan puisi atau naskah." Menurut Google, respons suara akan tersedia dalam lebih dari 40 bahasa, termasuk bahasa Vietnam.
Google pertama kali membuka akses ke Bard pada bulan Maret tahun ini, tetapi saat itu hanya tersedia di AS dan Inggris. Sejak itu, perusahaan telah meluncurkan chatbot ini ke lebih banyak negara. Ekspansi ke Uni Eropa merupakan tonggak penting, karena peluncuran Bard yang direncanakan di Uni Eropa ditunda karena masalah privasi.
Hoang Hai (menurut Google Blog)
[iklan_2]
Sumber
Komentar (0)