Penyebaran chikungunya mungkin disebabkan oleh kondisi iklim yang mendukung perkembangan nyamuk dan meningkatnya perjalanan.
Bagaimana chikungunya menyebar
Virus chikungunya ditularkan ke manusia melalui gigitan nyamuk betina yang terinfeksi, paling umum adalah Aedes aegypti dan Aedes albopictus — juga dikenal sebagai nyamuk harimau. Nyamuk-nyamuk ini umumnya menggigit di siang hari, dengan aktivitas puncak biasanya di pagi dan sore hari, menurut Klinik Cleveland .
Virus ini tidak menyebar dari orang ke orang melalui kontak fisik atau air liur tetapi dapat ditularkan melalui darah.
Virus Chikungunya ditularkan ke manusia melalui gigitan nyamuk betina yang terinfeksi.
Ilustrasi: AI
Tanda dan gejala
Gejala biasanya muncul 3 hingga 7 hari setelah digigit nyamuk yang terinfeksi. Demam dan nyeri sendi adalah gejala chikungunya yang paling umum. Tingkat keparahan gejala dapat bervariasi dari orang ke orang. Banyak orang mengalami nyeri sendi yang parah. Beberapa orang mungkin mengalami gejala yang sangat ringan sehingga mereka salah mengiranya sebagai penyakit lain dan tidak mencari pertolongan medis.
Gejala chikungunya lainnya mungkin termasuk: Sakit kepala, nyeri otot, sensitif terhadap cahaya, sendi bengkak, ruam, kelelahan dan mual.
Meskipun kebanyakan orang pulih sepenuhnya dalam 1 hingga 2 minggu, dalam beberapa kasus nyeri sendi dapat berlangsung selama berbulan-bulan.
Siapa saja yang mungkin berisiko?
Komplikasi serius akibat chikungunya jarang terjadi, terjadi pada sekitar 1 dari 1.000 kasus.
Orang-orang berikut berisiko mengalami komplikasi yang lebih serius:
- Bayi yang baru lahir.
- Lansia (65 tahun ke atas).
- Orang dengan kondisi medis yang mendasarinya, termasuk: Diabetes, tekanan darah tinggi, dan penyakit jantung.
Kematian akibat virus ini jarang terjadi. Ada beberapa kasus orang yang melaporkan gejala jantung, mata, atau neurologis yang menetap setelah sembuh dari penyakit, menurut Klinik Cleveland.
Pencegahan dan pengobatan
Saat ini belum ada obat untuk chikungunya, jadi fokusnya adalah mengendalikan gejalanya.
Oleh karena itu, mencegah gigitan nyamuk sangatlah penting. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menganjurkan agar masyarakat melindungi diri dengan mengambil langkah-langkah pencegahan gigitan nyamuk.
Source: https://thanhnien.vn/benh-chikungunya-cach-nhan-biet-va-nhung-ai-co-the-gap-nguy-hiem-185250808191431953.htm
Komentar (0)