Kementerian Perindustrian dan Perdagangan telah bekerja sama dengan perwakilan platform e-commerce Temu dan Shein dan meminta agar prosedur pendaftaran bisnis diselesaikan pada November 2024.
Harus menyelesaikan prosedur pendaftaran bisnis pada bulan November
Pada sore hari tanggal 9 November, pada konferensi pers rutin Pemerintah , Wakil Menteri Perindustrian dan Perdagangan Nguyen Hoang Long menjawab pers tentang peninjauan platform e-commerce lintas batas yang beroperasi di Vietnam tetapi belum berlisensi seperti Temu dan Shein.
Wakil Menteri Nguyen Hoang Long mengatakan bahwa Kementerian Perindustrian dan Perdagangan telah bekerja sama dengan perwakilan platform e-commerce lintas batas, Temu dan Shein, dan meminta mereka untuk menyelesaikan prosedur pendaftaran usaha pada November 2024. Selain itu, Kementerian Perindustrian dan Perdagangan juga meminta Temu dan Shein untuk secara resmi memberitahukan konsumen Vietnam melalui aplikasi mereka bahwa mereka sedang mendaftarkan usahanya.
Wakil Menteri Perindustrian dan Perdagangan Nguyen Hoang Long menjawab pada Konferensi Pers Pemerintah yang rutin - Foto: VGP/Nhat Bac |
Dalam proses menyelesaikan prosedur bisnis di Vietnam, platform e-commerce Temu dan Shein harus menghentikan aktivitas periklanan dan pemasaran untuk melindungi hak-hak konsumen.
Kementerian Perindustrian dan Perdagangan juga meminta platform-platform ini untuk segera mempelajari peraturan perundang-undangan lainnya yang terkait dengan perdagangan elektronik seperti bea cukai dan pajak.
"Bursa Shein dan Temu bekerja sama erat dengan Kementerian Perindustrian dan Perdagangan, dan pada bulan November, kedua bursa ini akan mendaftar untuk beroperasi di Vietnam," ujar Wakil Menteri Nguyen Hoang Long.
Wakil Menteri Perindustrian dan Perdagangan menegaskan, pasca pengumuman tersebut, apabila bursa tersebut tidak memenuhi ketentuan, Kementerian Perindustrian dan Perdagangan akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan langkah-langkah teknis seperti pemblokiran aplikasi dan pemblokiran nama domain.
"Kami akan terus menerapkan langkah-langkah inspeksi dan pemeriksaan, serta memperingatkan konsumen tentang risiko yang timbul dari platform e-commerce tanpa izin," tegas Wakil Menteri Nguyen Hoang Long. Ia menambahkan bahwa Kementerian Perindustrian dan Perdagangan akan melapor kepada Perdana Menteri untuk meninjau peraturan perundang-undangan terkait dan mengusulkan langkah-langkah penyempurnaan kerangka hukum di masa mendatang.
Temu menyatakan pajak nol
Dalam jumpa pers tersebut, Bapak Mai Son, Wakil Direktur Jenderal Pajak, menyampaikan bahwa sesuai ketentuan yang berlaku, terhadap penerimaan dalam negeri, termasuk penerimaan dari kegiatan e-commerce, berdasarkan Undang-Undang Administrasi Perpajakan, pengelola platform e-commerce lintas batas negara bertanggung jawab untuk melakukan penghitungan, pelaporan, dan pembayaran pajak secara mandiri, langsung melalui portal informasi elektronik Direktorat Jenderal Pajak (berlaku sejak Maret 2022).
"Jika pemasok asing terbukti melaporkan pendapatan yang tidak benar, otoritas pajak akan membandingkan data tersebut untuk menentukan pendapatan, sehingga meminta pemasok asing tersebut untuk memenuhi kewajibannya dan melakukan inspeksi serta pemeriksaan sesuai peraturan jika terdapat indikasi penipuan atau penggelapan pajak," ujar Bapak Son.
Temu beroperasi di lebih dari 80 negara dan wilayah. Foto: Hoang Trieu |
Hingga akhir Oktober 2024, terdapat 116 penyedia jasa asing yang telah terdaftar untuk melaporkan pajak melalui portal elektronik dengan nilai VND 20,174 miliar. Sejak awal tahun, pendapatan melalui portal ini telah mencapai VND 8,600 miliar, meningkat 25,7% dibandingkan periode yang sama tahun 2023.
Pada tanggal 4 September 2024, pemilik platform Temu di Vietnam mendaftar pajak melalui portal elektronik untuk pemasok asing dari Departemen Umum Perpajakan dan diberikan kode pajak: 9000001289.
Sesuai peraturan Kementerian Keuangan, pemasok asing akan mendaftar untuk membayar pajak setiap triwulan. Saat ini, perusahaan pemiliknya, Temu, telah melaporkan pajak untuk triwulan ketiga tahun 2024, di mana perusahaan tersebut melaporkan pendapatan nol dan memberikan penjelasan. Pendapatan yang dihasilkan pada bulan Oktober akan dilaporkan pada laporan triwulan keempat tahun 2024.
Kementerian Keuangan telah mengarahkan Direktorat Jenderal Pajak untuk menghimbau Temu agar melaporkan penerimaan negara pada triwulan IV tahun 2024 dan menyampaikannya paling lambat tanggal 30 Januari 2025 sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
"Kementerian Keuangan akan memantau dan mengawal ketat kegiatan pelaporan dan pembayaran pajak Temu, memastikan penerimaan APBN dilakukan dengan benar dan memadai sesuai ketentuan hukum," tegas Bapak Son.
Selain itu, Kementerian Keuangan akan berkoordinasi erat dengan instansi pengelola terkait kegiatan platform e-commerce lintas batas, dan melaksanakan pekerjaan pengelolaan perpajakan secara cepat dan tuntas.
[iklan_2]
Sumber: https://congthuong.vn/bo-cong-thuong-ra-toi-hau-thu-voi-san-thuong-mai-dien-tu-temu-shein-357853.html
Komentar (0)