"Penggabungan sains dan teknologi, inovasi, dan transformasi digital bertujuan untuk menciptakan kekuatan sinergis di mana sains dan teknologi menyediakan fondasi pengetahuan dan perangkat teknis, inovasi mentransformasikan pengetahuan tersebut menjadi produk, layanan, dan model bisnis baru, sementara transformasi digital membuka ruang untuk penerapan dan perluasan skala aplikasi dengan kecepatan tinggi dan biaya rendah. Kombinasi ketiga faktor ini akan menentukan daya saing negara, menjadi kekuatan pendorong untuk mewujudkan aspirasi menjadikan Vietnam negara maju berpenghasilan tinggi dan menegaskan posisi serta karakter nasional di era digital," ujar Menteri Nguyen Manh Hung.
Menurut Bapak Hung, selama 80 tahun terakhir, ilmu pengetahuan dan teknologi telah mendampingi bangsa dalam mengatasi perang, membangun negara, dan secara bertahap membawa Vietnam menuju integrasi dan pembangunan. Menteri Nguyen Manh Hung mengatakan bahwa renovasi pertama Vietnam pada tahun 1986 membuka era integrasi dan pembangunan ekonomi pasar berorientasi sosialis, dan yang kedua adalah untuk "keluar dari perangkap pendapatan menengah" dan menjadi negara maju berpendapatan tinggi.
"Sebagai inovasi kedua di bidang sains dan teknologi setelah yang pertama pada tahun 1986, inovasi ini perlu dibangun oleh Vietnam, sebuah ekosistem inovasi nasional yang berpusat pada perusahaan, ilmuwan sebagai inti, dan negara sebagai pencipta dan pemimpin. Vietnam harus menguasai teknologi karena jika tidak menguasainya, Vietnam akan terus terjebak dalam rantai nilai rendah, terjebak di negara berpenghasilan menengah, dan tidak mampu menentukan nasib bangsa," ujar Menteri Nguyen Van Hung.
Terkait transformasi digital, Bapak Hung menekankan bahwa transformasi digital harus komprehensif dan inklusif: mulai dari pemerintahan digital, ekonomi digital, hingga masyarakat digital agar seluruh masyarakat dan pelaku bisnis dapat menikmati hasil pembangunan. Transformasi digital perlu dijalankan secara sinkron dan komprehensif, tidak setengah-setengah. Inilah lingkungan, lahan baru bagi perkembangan pesat ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi.
6 solusi untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi
Dalam laporannya di Forum tersebut, Bapak Hoang Minh, Wakil Menteri Sains dan Teknologi, menyampaikan bahwa meskipun telah banyak pencapaian di bidang sains dan teknologi, Vietnam masih memiliki permasalahan yang perlu diatasi: Belanja penelitian dan pengembangan (litbang) hanya sekitar 0,5% dari PDB, lebih rendah dari rata-rata dunia (2,4%). Resolusi 57 menetapkan target bahwa pada tahun 2030, belanja litbang akan mencapai 2% dari PDB, dengan kontribusi masyarakat lebih dari 60% dari total belanja sains dan teknologi.
"Vietnam adalah salah satu dari sedikit negara pionir yang secara jelas menyadari pentingnya mengintegrasikan sains dan teknologi, inovasi, dan transformasi digital. Untuk mengembangkan sains dan teknologi, Vietnam perlu berfokus pada enam solusi, termasuk penyempurnaan institusi, pengembangan sumber daya manusia, investasi dalam peningkatan infrastruktur ilmiah, dan kebijakan perpajakan yang tepat. Khususnya, perlu berfokus pada teknologi strategis serta memprioritaskan riset dasar untuk mendukung pengembangan produk-produk strategis negara," ujar Wakil Menteri Hoang Minh.
Inovasi diperkirakan akan berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan PDB, dengan kontribusi sebesar 3% dari total 4% sains, teknologi, dan inovasi. Vietnam memiliki ekosistem startup yang dinamis, dengan lebih dari 3.000 startup pada tahun 2024 dan investasi modal ventura mencapai 1 miliar dolar AS. Namun, jumlah paten masih rendah dan tingkat komersialisasinya hanya 5-7%. Wakil Menteri Hoang Minh mengatakan bahwa untuk mengatasi masalah ini, perlu membangun ekosistem inovasi nasional, mendorong pengembangan organisasi perantara seperti pusat dukungan inovasi, memberikan dukungan finansial, dan mempromosikan budaya inovasi.
Menurut Wakil Menteri Hoang Minh, transformasi digital adalah "penghancuran kreatif" dalam menciptakan lingkungan digital, yang melahirkan banyak hal baru, bahkan sangat baru, seperti produk, layanan, model bisnis baru, aset baru seperti taksi teknologi, data, uang digital... Oleh karena itu, bidang transformasi digital perlu lebih memperhatikan isu-isu kelembagaan daripada teknologi.
Forum "Masa Depan Sains dan Teknologi, Inovasi dan Transformasi Digital Nasional" meliputi: Sesi 1 berfokus pada masa depan sains dan teknologi, dengan fokus pada teknologi fundamental dan teknologi strategis. Sesi 2 membahas solusi untuk mempromosikan inovasi dan membangun ekosistem startup kreatif nasional. Sesi 3 membahas transformasi digital, khususnya infrastruktur digital dan masyarakat digital. Sesi 4 merupakan diskusi mendalam yang berfokus pada 4 topik: Pengembangan sumber daya manusia untuk masa depan ilmu pengetahuan dan teknologi, inovasi dan transformasi digital; penyempurnaan mekanisme, kebijakan, dan peraturan perundang-undangan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, inovasi dan transformasi digital; peningkatan kerja sama internasional dan promosi peran terdepan perusahaan teknologi. Forum ini tidak saja menjadi kesempatan bagi masyarakat sains dan teknologi, perusahaan inovasi dan teknologi di dalam dan luar negeri untuk berbagi visi dan menghubungkan sumber daya, tetapi juga merupakan ajang untuk menegaskan tekad dalam menjadikan sains dan teknologi, inovasi dan transformasi digital menjadi kekuatan pendorong utama bagi pembangunan Vietnam yang pesat dan berkelanjutan di periode baru. |
Sumber: https://doanhnghiepvn.vn/cong-nghe/bo-truong-nguyen-manh-hung-doi-moi-sang-tao-lam-chu-cong-nghe-de-thoat-bay-thu-nhap-trung-binh/20250829020643856
Komentar (0)