Kantor permanen Boeing di Hanoi baru saja dioperasikan, berkomitmen pada pasar Vietnam.
Kantor baru Boeing terletak di gedung tinggi di Distrik Ba Dinh. Menurut Bapak Michael Nguyen, Direktur Boeing Vietnam, lokasi ini bertanggung jawab untuk membantu perusahaan melayani pelanggan dan pemangku kepentingan lokal, sekaligus menciptakan fondasi bagi pertumbuhan di masa depan.
"Hubungan antara Boeing dan Vietnam terus berkembang setiap hari, dan kami terus bekerja sama untuk mengembangkan kemampuan kedirgantaraan," ujarnya.
Menurut Portal Bisnis, Boeing mendaftar untuk mendirikan badan hukum Boeing Vietnam Company Limited pada Agustus 2018. Pada Agustus 2021, Boeing mengumumkan pembukaan kantor di Hanoi dan kini secara resmi mengoperasikan kantor tersebut.
Hubungan Boeing dengan Vietnam dimulai pada tahun 1995, ketika Vietnam Airlines menyewa tiga Boeing 767-300ER. Transaksi pertama maskapai ini berdasarkan perjanjian perdagangan bilateral adalah kontrak pembelian empat Boeing 777-200ER oleh Vietnam Airlines pada Januari 2001.
Sebelum membuka kantor di Vietnam, Boeing sudah memiliki sejumlah pemasok di sini. Pada tahun 2007, MHI Aerospace Vietnam (MHIVA) membuka fasilitas manufaktur terkait pesawat di Hanoi. Suku cadang Boeing pertama yang diproduksi di sana adalah sayap untuk pesawat 737.
Pada tahun 2014, perusahaan mengirimkan flaperon 737 ke-1.000 yang diproduksi di Vietnam, menandai perluasan kapasitas pabrik. Sejak saat itu, unit produksi pabrik telah memasok suku cadang untuk Boeing 777 dan 777X.
Vietnam memiliki posisi strategis dalam pengembangan industri kedirgantaraan regional dan internasional karena terletak di pusat ekonomi , menghubungkan perdagangan regional dan global, di mana Hanoi dan Kota Ho Chi Minh hanya berjarak 4-5 jam penerbangan dari 17 negara lainnya.
Pada Forum Industri Dirgantara Boeing di Vietnam pada Agustus 2022, Bapak Do Nhat Hoang, Direktur Badan Penanaman Modal Asing, Kementerian Perencanaan dan Investasi, juga mengusulkan tiga isi kerja sama Boeing. Salah satunya adalah terus meningkatkan investasi dan transfer teknologi ke Vietnam di bidang infrastruktur, produksi, dan layanan teknis di industri penerbangan (produksi komponen, perawatan pesawat, industri manufaktur satelit, teknologi gelombang telekomunikasi).
Kedua, menghubungkan perusahaan-perusahaan Vietnam dengan rantai pasokan global. Ketiga, meneliti dan mengembangkan pusat pelatihan bagi pilot, pakar, dan insinyur di bidang kedirgantaraan, serta membangun fasilitas manufaktur pesawat terbang di Vietnam.
Telekomunikasi
[iklan_2]
Tautan sumber
Komentar (0)