Izinkan saya bertanya, menurut peraturan saat ini, dalam kondisi apa saja rambu batas kecepatan harus dipasang? - Pembaca Quynh Nhu
1. Kasus terbaru rambu batas kecepatan
Sesuai Pasal 10 Pasal 1, 2 dan 3 Surat Edaran Nomor 31/2019/TT-BGTVT, ketentuan mengenai pemasangan rambu batas kecepatan adalah sebagai berikut:
- Penempatan rambu batas kecepatan harus sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan tentang rambu lalu lintas dan harus didasarkan pada kondisi aktual rute, ruas jalan dalam hal prasarana lalu lintas jalan, volume lalu lintas, jenis kendaraan dan waktu.
Untuk proyek investasi konstruksi baru atau proyek peningkatan dan renovasi jalan, rambu batas kecepatan harus dipasang sepenuhnya sebelum proyek mulai beroperasi. Untuk ruas jalan dan jalan yang saat ini beroperasi di bawah pengelolaannya, badan pengelola jalan harus secara proaktif dan tepat waktu memasang rambu jalan sesuai peraturan.
- Pada jalan cabang yang menuju dan dari jalan raya, pada saat pemasangan rambu batas kecepatan, nilai kecepatan yang tertulis pada rambu tersebut tidak boleh kurang dari 50 km/jam.
- Instansi yang berwenang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 Ayat 4 Surat Edaran Nomor 31/2019/TT-BGTVT (sebagaimana diubah dengan Surat Edaran Nomor 06/2023/TT-BGTVT) (Pasal 2) menetapkan pemasangan rambu lalu lintas pada hal-hal sebagai berikut:
- Untuk jalan raya ganda, tempatkan rambu batas kecepatan terpisah untuk setiap arah jalan;
- Memasang rambu batas kecepatan pada waktu tertentu di siang hari (rambu sub, rambu elektronik);
- Menempatkan rambu batas kecepatan terpisah untuk kendaraan yang memiliki risiko tinggi terhadap keselamatan lalu lintas;
- Memasang rambu batas kecepatan di atas 60 km/jam (untuk jalan di kawasan padat penduduk), di atas 90 km/jam (untuk jalan di luar kawasan padat penduduk) pada rute dengan kecepatan rencana di atas kecepatan maksimum yang ditentukan dalam Pasal 6 dan 7 Surat Edaran 31/2019/TT-BGTVT, namun tetap memperhatikan keselamatan lalu lintas.
2. Pihak berwenang yang berwenang memutuskan untuk memasang rambu batas kecepatan.
Sesuai dengan Pasal 4, Pasal 10 Surat Edaran 31/2019/TT-BGTVT (diubah dalam Surat Edaran 06/2023/TT-BGTVT), otoritas yang berwenang memutuskan untuk menempatkan rambu-rambu dalam kasus-kasus yang ditentukan dalam Pasal 1, termasuk:
- Kementerian Perhubungan untuk jalan raya;
- Administrasi Jalan Raya Vietnam untuk sistem jalan raya nasional dan jalan lainnya di bawah pengelolaan Kementerian Perhubungan (kecuali jalan bebas hambatan);
- Komite Rakyat provinsi dan kota-kota yang dikelola pusat untuk sistem jalan provinsi, kabupaten, komunal, perkotaan dan khusus yang berada di bawah manajemen mereka.
3. Kasus-kasus dimana kecepatan harus dikurangi
Sesuai dengan Pasal 5 Surat Edaran Nomor 31/2019/TT-BGTVT, pengemudi kendaraan bermotor yang ikut serta dalam lalu lintas jalan raya wajib mengurangi kecepatan agar dapat berhenti dengan aman pada keadaan sebagai berikut:
- Ada rambu peringatan bahaya atau rintangan di jalan;
- Perubahan arah kendaraan atau jarak pandang terbatas;
- Melalui perlintasan sebidang; perlintasan sebidang dengan rel kereta api; bundaran; jalan berkelok-kelok, lintasan curam; ruas jalan yang permukaannya sempit dan tidak rata;
- Menyeberangi jembatan dan gorong-gorong sempit, melewati spillway, terowongan, terowongan bawah tanah, ketika menanjak atau menurun;
- Melalui kawasan yang terdapat sekolah, rumah sakit, terminal bus, pekerjaan umum yang banyak terdapat orang; kawasan yang padat penduduk, pabrik, perkantoran yang terletak di sepanjang jalan; kawasan yang sedang dalam tahap pembangunan jalan; lokasi kecelakaan lalu lintas;
- Saat ada pejalan kaki atau pengguna kursi roda atau penyandang disabilitas menyeberang jalan;
- Ada binatang yang berjalan di jalan atau sedang merumput di dekat jalan;
- Menghindari kendaraan yang melaju dari arah berlawanan atau pada saat memberikan kesempatan kepada kendaraan di belakang untuk mendahului; pada saat ada lampu sein atau lampu darurat dari kendaraan di depan;
- Mendekati halte bus atau tempat parkir tempat penumpang naik atau turun bus;
- Bertemu dengan kendaraan prioritas yang sedang bertugas; bertemu dengan kendaraan berukuran besar, kendaraan yang kelebihan muatan, kendaraan yang membawa barang berbahaya; bertemu dengan pejalan kaki;
- Hujan; kabut, asap, debu; permukaan jalan licin dan berlumpur, banyak batu, tanah, dan material berserakan;
- Saat mengendarai kendaraan melalui pos pemeriksaan beban kendaraan, pos polisi lalu lintas, atau pos transaksi pembayaran bagi kendaraan yang menggunakan jalan.
[iklan_2]
Sumber
Komentar (0)