Isi penting dari Keputusan Presiden Nomor 232 adalah penghapusan Pasal 4 Pasal 3 Keputusan Presiden Nomor 24/2012/ND-CP, yang menghilangkan mekanisme monopoli negara atas produksi emas batangan, ekspor emas mentah, dan impor emas mentah untuk memproduksi emas batangan.
Dengan demikian, emas batangan adalah produk emas yang dicetak menjadi batangan atau kepingan, dengan cap simbol, berat, kualitas, dan merek perusahaan atau bank komersial yang telah mendapatkan izin dari Bank Negara Vietnam (SBV). Untuk berpartisipasi, perusahaan harus memenuhi modal dasar minimum VND1.000 miliar, dan bank komersial harus memiliki modal dasar minimum VND50.000 miliar.
Pelanggan mengunjungi dan berbelanja di toko emas, perak, dan batu permata PNJ. (Foto ilustrasi) |
Selain itu, keputusan tersebut juga menetapkan bahwa transaksi emas senilai VND20 juta atau lebih dalam satu hari oleh nasabah yang sama harus dilakukan melalui rekening bank.
Saat menjual emas mentah yang dibeli dari perusahaan, bank umum harus membuat dan menggunakan faktur elektronik sesuai dengan ketentuan hukum; menyimpan data transaksi penjualan emas mentah secara lengkap dan akurat; dan terhubung untuk memberikan informasi kepada Bank Negara.
Selain itu, Keputusan Presiden Nomor 232 Tahun 2014 ini juga mengatur bahwa badan usaha dan lembaga perkreditan yang melaksanakan kegiatan usaha jual beli emas batangan wajib melakukan pengumuman harga beli dan harga jual emas batangan secara terbuka di tempat transaksi atau pada laman informasi elektronik dan menyampaikan pemberitahuan kepada Bank Negara mengenai harga yang tercantum.
Sumber: https://baodaklak.vn/kinh-te/202508/cham-dut-co-che-doc-quyen-san-xuat-vang-mieng-f6502bd/
Komentar (0)