Pada tanggal 6 Januari, Bapak Nguyen Van Phuong, Ketua Komite Rakyat Kota Bao Loc (Lam Dong), mengatakan bahwa beliau baru saja mengeluarkan surat permohonan kepada Dinas Pendidikan dan Pelatihan Kota Bao Loc dan 5 sekolah di kota tersebut untuk menghentikan kerja sama dengan 13 orang yang menggunakan sertifikat bahasa etnis minoritas palsu agar dibebaskan dari ujian Bahasa Inggris dalam ujian rekrutmen pegawai negeri sipil bidang pendidikan tahun 2023. Di antara 13 orang tersebut, terdapat 11 guru, 1 akuntan, dan 1 tenaga medis.
Pembukaan ujian rekrutmen pegawai negeri sipil di sektor pendidikan Kota Bao Loc pada tanggal 2 Desember 2023
Sebelumnya, pada 2 Desember 2023, Komite Rakyat Kota Bao Loc menyelenggarakan ujian rekrutmen pegawai negeri sipil (PNS) bidang pendidikan tahun 2023. Sebanyak 382 kandidat yang memenuhi syarat mengikuti ujian untuk mengisi 254 kuota.
Namun, pada akhir Desember 2023, Komite Rakyat Kota Bao Loc menerima pengaduan terkait ujian rekrutmen pegawai negeri sipil bidang pendidikan tahun 2023. Setelah itu, Dewan Rekrutmen Pegawai Negeri Sipil Bidang Pendidikan Tahun 2023 melaporkan kejadian tersebut kepada Komite Rakyat Kota Bao Loc. Lebih tepatnya, 13 orang menggunakan sertifikat bahasa etnis minoritas palsu untuk dibebaskan dari ujian bahasa Inggris.
Ada 382 kandidat yang memenuhi syarat untuk mengikuti ujian untuk posisi rekrutmen.
Terkait dengan kejadian ini, Kepala Kota Bao Loc menugaskan Kepolisian Kota untuk melakukan investigasi, klarifikasi dan penanganan terkait penerbitan, penggunaan dan peredaran sertifikat bahasa etnis minoritas sebanyak 27 kasus sesuai Berita Acara No. 2282/SGDĐT-QLCL-GDTX tanggal 8 Desember 2023 dari Dinas Pendidikan dan Pelatihan Provinsi Lam Dong ; yang mana terdapat 13 orang calon peserta yang menggunakan sertifikat bahasa etnis minoritas secara ilegal agar dapat terbebas dari ujian Bahasa Inggris pada seleksi CPNS bidang pendidikan tahun 2023 di Kota Bao Loc.
[iklan_2]
Tautan sumber
Komentar (0)