Kementerian Keuangan telah menerbitkan Surat Edaran No. 03/2025/TT-BTC yang memberikan panduan tentang rezim keuangan dalam kegiatan lelang aset.
Perubahan Kriteria Pemilihan Penyelenggara Lelang Properti Majelis Nasional telah mengesahkan Undang-Undang yang mengubah dan melengkapi sejumlah pasal dalam Undang-Undang Lelang Properti. |
Dewan lelang properti dijamin pendanaannya oleh orang yang propertinya akan dilelang untuk menyelenggarakan lelang properti. |
Surat Edaran tersebut secara tegas mengatur mengenai rezim keuangan dalam kegiatan lelang aset yang dilakukan oleh lembaga lelang aset dan lembaga yang melakukan pembelian, penjualan, dan penanganan piutang tak tertagih.
Dengan demikian, pengelolaan dan penggunaan hasil harga jasa lelang aset, biaya lelang aset, hasil penjualan dokumen undangan lelang, dan pendapatan lain (jika ada) ditetapkan sebagai berikut:
Mematuhi ketentuan peraturan perundang-undangan mengenai mekanisme otonomi keuangan unit pelayanan publik dan peraturan perundang-undangan terkait dalam hal penyelenggara lelang aset merupakan Pusat Layanan Lelang Aset.
Mematuhi ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang perusahaan dalam hal badan usaha yang melakukan lelang aset merupakan badan usaha lelang aset.
Mematuhi ketentuan peraturan perundang-undangan mengenai perusahaan dan peraturan perundang-undangan mengenai lembaga perkreditan, dalam hal badan usaha yang melakukan transaksi jual beli dan pengurusan piutang tak tertagih melelang sendiri harta kekayaannya sesuai dengan ketentuan Pasal 64 Ayat 2 Undang-Undang Lelang Harta Kekayaan.
Rezim keuangan dalam kegiatan lelang aset Dewan Lelang Aset
Dewan lelang properti dijamin pendanaannya oleh orang yang propertinya akan dilelang untuk menyelenggarakan lelang properti.
Berdasarkan isi pengeluaran dan tingkat pengeluaran yang ditentukan di bawah ini, Dewan Lelang Properti bertanggung jawab untuk melaporkan kepada pemilik properti mengenai biaya penyelenggaraan lelang properti untuk disintesiskan ke dalam perkiraan biaya penanganan properti pemilik properti. Atas dasar tersebut, pemilik properti wajib menyetujui sesuai dengan kewenangannya atau mengajukan perkiraan biaya penyelenggaraan lelang properti ke dalam perkiraan biaya penanganan properti kepada otoritas yang berwenang untuk disetujui sesuai dengan ketentuan hukum.
Biaya-biaya tersebut meliputi: a) Biaya pencatatan dan pengumuman lelang kepada publik; b) Biaya pengorganisasian peserta lelang untuk melihat aset; c) Biaya pengorganisasian lelang (termasuk biaya sewa tempat untuk menyelenggarakan lelang apabila tempat lelang tidak dapat ditentukan, biaya sewa mesin dan peralatan, biaya sewa pengamanan lelang; biaya sewa Portal Lelang Properti Nasional atau laman informasi lelang daring untuk menyelenggarakan lelang dalam bentuk lelang daring, dan sebagainya); d) Biaya penyiapan dan pengorganisasian penjualan dokumen undangan lelang; e) Biaya-biaya lain yang berhubungan langsung dengan penyelenggaraan lelang.
Tingkat belanja: Untuk pos belanja yang mempunyai standar, norma, dan tata cara yang ditetapkan oleh instansi atau perseorangan yang berwenang, pelaksanaannya mengikuti standar, norma, dan tata cara yang ditetapkan oleh instansi atau perseorangan yang berwenang.
Untuk biaya alih daya, hal ini dilakukan sesuai dengan kontrak yang ditandatangani antara pihak yang memiliki properti yang akan dilelang dan organisasi atau individu penyedia layanan. Pemilihan organisasi atau individu penyedia layanan dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Terhadap pengeluaran di luar ketentuan peraturan perundang-undangan di atas, Dewan Lelang Aset wajib melapor kepada pemilik aset yang dilelang untuk memutuskan besarnya pengeluaran, memastikan kepatuhan terhadap ketentuan pengelolaan keuangan negara yang berlaku sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan, dan bertanggung jawab atas keputusannya.
Rezim keuangan dalam kegiatan lelang harta kekayaan orang yang hartanya dilelang
Berdasarkan Surat Edaran tersebut, sumber pendanaan lelang aset meliputi: Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara yang dialokasikan kepada pemilik aset yang dilelang, dalam hal seluruh hasil lelang wajib disetorkan ke dalam APBN. Penyusunan anggaran, penggunaan, dan penyelesaian pendanaan lelang aset dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang anggaran pendapatan dan belanja negara.
Dana hasil lelang aset yang terdapat dalam rekening sementara (termasuk dana hasil penjualan dokumen undangan lelang dalam hal pembentukan dewan lelang aset, dan simpanan peserta lelang yang tidak dapat ditarik kembali sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39 ayat 6 Undang-Undang Lelang Aset) dalam hal seluruh dana hasil lelang aset wajib disetorkan ke rekening sementara di Kas Negara milik instansi pembentuk dewan lelang aset atau rekening sementara milik instansi atau unit yang ditunjuk oleh instansi atau orang yang berwenang sebagai pemilik rekening sementara dan dipotong untuk biaya pengurusan aset sebelum disetorkan ke dalam APBN.
Orang yang mempunyai harta yang dilelang bertanggung jawab untuk mengelola dan mempergunakan sumber dana tersebut di atas atau meminta kepada instansi atau unit yang ditunjuk oleh pejabat atau orang yang berwenang untuk menjadi pemegang rekening sementara guna membiayai pengeluaran-pengeluaran untuk penyelenggaraan lelang harta atau Dewan Lelang Harta sebagaimana ditentukan atau pengeluaran-pengeluaran untuk penyelenggaraan jual beli, penanganan piutang tak tertagih sebagaimana ditentukan dalam Undang-Undang tentang Penanganan Utang Tak Tertagih Lembaga Perkreditan sebagaimana ditentukan.
[iklan_2]
Sumber: https://thoibaonganhang.vn/che-do-tai-chinh-trong-hoat-dong-dau-gia-tai-san-160293.html
Komentar (0)