Di sini, pelatih dayung Travis Lund, Direktur Treasure Island Rowing Center (AS) dan pelatih kebugaran dan kesehatan Yvonne Mo (AS), berbagi kiat untuk bertahan hidup jika terjadi keadaan darurat perahu atau kapal terbalik.
Hal-hal yang perlu Anda ketahui
Tetap tenang, kenakan jaket pelampung (jika belum memakainya), periksa jumlah orang dan beri sinyal minta bantuan menggunakan cara apa pun yang Anda miliki.
Pastikan semua orang tetap bersama dan tetaplah di dalam perahu kecuali Anda yakin bisa berenang ke pantai. Perahu yang terbalik masih bisa mengapung jika tidak rusak, menurut Wikihow .
Saat terjadi kecelakaan di laut, segera kenakan jaket pelampung jika belum, dan tetap tenang - Foto: AI
Cara bertahan hidup dari kapal yang terbalik
Berikut langkah-langkah yang perlu Anda ambil untuk bertahan hidup jika perahu atau kapal Anda terbalik.
Langkah 1: Segera kenakan jaket pelampung jika Anda belum mengenakannya, tetaplah tenang.
Langkah 2: Jika Anda punya waktu, kirimkan sinyal darurat. Temukan cara untuk mengirimkan sinyal darurat. Tiup peluit, nyalakan sinyal darurat, atau suar jika tersedia.
Langkah 3: Lakukan absensi untuk memastikan tidak ada yang hilang. Hal pertama yang harus dilakukan ketika kapal terbalik adalah memeriksa semua orang di dalamnya dan memastikan tidak ada yang terluka atau terpisah.
Langkah 4: Tetaplah di perahu. Sekalipun perahu terbalik, butuh waktu untuk tenggelam. Yang terpenting adalah tetap di perahu jika masih mengapung. Ini akan sangat meningkatkan peluang Anda untuk diselamatkan. Perahu lebih terlihat daripada orang yang mengapung di lautan.
Jika perahu atau kapal masih mengapung, cobalah naik ke lambung kapal untuk meminimalkan kontak dengan air. Air kehilangan panas tubuh 25 kali lebih cepat daripada udara.
Tetaplah dekat dengan perahu untuk menghindari tenggelam dan jangan mencoba berenang ke pantai. Kecuali Anda 100% yakin dapat berenang ke pantai, jangan tinggalkan perahu. Lebih aman untuk tetap bersama rombongan Anda dan menunggu pertolongan.
Langkah 5: Pertahankan postur yang tepat di dalam air. Risiko terbesar di dalam air adalah hipotermia. Jaga suhu tubuh dan tetap mengapung dengan menerapkan postur "mengurangi kehilangan panas": Tekuk dagu, silangkan tangan di dada, silangkan kaki, dan tarik lutut ke atas sambil sedikit bersandar. Anda akan mengapung lebih baik dan tetap hangat lebih lama. Jika memungkinkan, berpeganganlah pada perahu dan pertahankan posisi ini.
Langkah 6: Tunggu tim penyelamat tiba dan dorong semua orang untuk tetap tenang. Jaga semangat dan motivasi Anda. Terakhir, selalu periksa prakiraan cuaca sebelum berlayar. Idealnya, jangan pernah berlayar jika badai akan datang, menurut Wikihow.
Source: https://thanhnien.vn/chuyen-gia-huong-dan-cach-de-song-sot-khi-bi-lat-tau-thuyen-185250720203437192.htm
Komentar (0)