Apakah premi asuransi dikembalikan saat pemindahan kepemilikan kendaraan?
Sesuai dengan Pasal 9 Ayat (3) Keputusan Presiden Nomor 67/2023/ND-CP, dalam jangka waktu berlaku yang tercantum dalam Sertifikat Asuransi, apabila terjadi peralihan hak milik atas kendaraan bermotor, pemilik kendaraan bermotor lama berhak untuk mengakhiri perjanjian asuransi dan memperoleh pengembalian premi yang telah dibayarkan oleh perusahaan asuransi sesuai dengan sisa jangka waktu perjanjian asuransi.
Dengan demikian, pada saat pengalihan kepemilikan kendaraan, pemilik kendaraan lama dapat mengajukan permohonan pemutusan kontrak asuransi untuk memperoleh kembali uang asuransi sesuai dengan sisa jangka waktu yang tercantum pada sertifikat asuransi.
Batas Tanggung Jawab Asuransi Mobil
Sesuai dengan Pasal 6 Keputusan 67/2023/ND-CP, batasan tanggung jawab asuransi kendaraan bermotor ditentukan sebagai berikut:
- Batas tanggung jawab asuransi atas kerusakan kesehatan dan jiwa yang disebabkan oleh kendaraan bermotor adalah 150 juta VND per orang dalam kecelakaan.
- Batasan tanggung jawab atas kerusakan properti:
+ Disebabkan oleh sepeda motor roda dua, sepeda motor roda tiga, sepeda motor (termasuk sepeda motor listrik) dan kendaraan dengan bentuk yang sama sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan adalah sebesar 50 juta VND per kecelakaan.
+ Disebabkan oleh mobil; traktor; trailer atau semi trailer yang ditarik oleh mobil atau traktor sebagaimana ditentukan dalam Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan adalah 100 juta VND dalam satu kali kecelakaan.
Berapa lama masa asuransinya?
Masa pertanggungan asuransi tanggung jawab perdata wajib bagi pemilik kendaraan bermotor paling sedikit 1 tahun dan paling lama 3 tahun, kecuali dalam hal masa pertanggungan kurang dari 1 tahun:
- Kendaraan bermotor asing yang diimpor sementara dan diekspor kembali dengan durasi partisipasi dalam lalu lintas di wilayah Republik Sosialis Vietnam kurang dari 1 tahun.
- Kendaraan bermotor dengan masa pemakaian kurang dari 1 tahun sebagaimana ditentukan dalam peraturan perundang-undangan.
- Kendaraan bermotor yang wajib registrasi sementara sesuai dengan peraturan Menteri Keamanan Umum .
Apabila pemilik kendaraan bermotor mempunyai beberapa kendaraan yang diasuransikan pada waktu yang berbeda dalam satu tahun, namun pada tahun berikutnya perlu mengembalikannya ke periode asuransi yang sama untuk pengelolaannya, maka periode asuransi kendaraan tersebut dapat kurang dari 1 tahun dan sama dengan sisa masa berlaku kontrak asuransi pertama yang ditandatangani pada tahun tersebut.
Jangka waktu pertanggungan tahun berikutnya untuk kontrak asuransi dan sertifikat asuransi setelah dibawa kembali pada waktu yang sama harus mematuhi ketentuan di atas.
(Pasal 9 Keputusan 67/2023/ND-CP)
Bagaimana cara mengembalikan premi asuransi, menerbitkan faktur dan menghitung pajak?
Sesuai dengan Pasal 9 Pasal 2 Surat Edaran Nomor 09/2011/TT-BTC, ketentuan mengenai pengembalian premi asuransi, penerbitan faktur, dan perhitungan pajak adalah sebagai berikut:
- Dalam hal tertanggung merupakan suatu badan usaha, pada saat melakukan pengembalian premi asuransi (sebagian atau penuh), perusahaan asuransi mewajibkan tertanggung untuk menerbitkan faktur PPN yang memuat secara jelas jumlah premi asuransi yang dikembalikan oleh perusahaan asuransi, besarnya PPN, dan alasan pengembalian premi asuransi.
Faktur ini menjadi dasar bagi perusahaan asuransi untuk menyesuaikan penjualan dan PPN keluaran, dan bagi organisasi peserta asuransi untuk menyesuaikan biaya pembelian asuransi dan PPN yang dinyatakan atau dipotong.
- Dalam hal nasabah asuransi tidak mempunyai faktur PPN, maka pada saat pengembalian premi asuransi, perusahaan asuransi dan nasabah asuransi wajib membuat pencatatan atau membuat kesepakatan tertulis yang memuat secara jelas besarnya premi asuransi yang dikembalikan (di luar PPN), besarnya PPN menurut faktur premi asuransi yang dipungut oleh perusahaan asuransi (nomor faktur, tanggal, bulan), dan alasan pengembalian premi asuransi.
Catatan ini disimpan bersama dengan faktur premi asuransi sebagai dasar penyesuaian pendapatan perusahaan asuransi dan deklarasi PPN.
Dalam hal nasabah tidak dapat menunjukkan faktur premi asuransi, maka perusahaan asuransi akan mendasarkan pada faktur yang tersimpan di perusahaan dan risalah atau dokumen perjanjian untuk mengembalikan jumlah premi asuransi belum termasuk PPN.
[iklan_2]
Sumber
Komentar (0)