RT mengutip pernyataan Duta Besar Rusia untuk AS Anatoly Antonov yang mengatakan bahwa kampanye untuk memikat warga Rusia agar menjadi mata-mata oleh Badan Intelijen Pusat AS (CIA) pasti akan gagal karena Rusia tidak akan membiarkan kekuatan luar mengganggu masyarakat mereka.
Pernyataan Duta Besar Rusia untuk AS muncul setelah CIA merilis iklan baru yang mendesak warga Rusia untuk berbagi informasi dengan badan tersebut. Antonov mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari "perang hibrida" melawan Moskow.
Duta Besar Rusia untuk AS Anatoly Antonov. (Foto: RT)
"Di Eropa, sejak kekalahan Napoleon, mereka telah memahami keteguhan Rusia dalam menghadapi serangan eksternal," kata Duta Besar Antonov dalam sebuah pernyataan di saluran Telegram, merujuk pada invasi Prancis yang gagal pada tahun 1812.
“Menyadari kegagalan dalam menjatuhkan sanksi dan ketidakmampuan untuk menimbulkan kekalahan militer terhadap Rusia, Barat sekali lagi mencoba menebar kebingungan di masyarakat Rusia,” tambah Duta Besar Antonov.
Menurut Bapak Antonov, provokasi ini tidak akan berhasil. Rakyat Rusia telah belajar dari sejarah dan tidak akan membiarkan siapa pun memecah belah persatuan Rusia.
Diplomat itu menambahkan bahwa operasi militer Moskow yang sedang berlangsung di Ukraina "mendapat dukungan" di Rusia dan bahwa CIA membuang-buang uang pembayar pajak Amerika untuk program intelijen yang tidak ada gunanya.
CIA telah menjalankan sejumlah iklan media sosial dalam beberapa tahun terakhir yang bertujuan untuk memikat warga Rusia agar menjadi informan.
"CIA ingin mengetahui kebenaran tentang Rusia, dan kami mencari orang-orang tepercaya yang mengetahui dan dapat memberi tahu kami kebenaran ini," demikian bunyi iklan CIA tersebut.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova mengatakan pada 17 Mei bahwa Moskow akan membalas "kegiatan sabotase yang disengaja" dari AS.
Tra Khanh (Sumber: russian.rt.com)
Berguna
Emosi
Kreatif
Unik
Kemarahan
[iklan_2]
Sumber
Komentar (0)