Vietnam.vn - Nền tảng quảng bá Việt Nam

Độc lập - Tự do - Hạnh phúc

Bayi perempuan yang ditinggalkan saat berusia 3 hari dan perjalanannya untuk menaklukkan impian kuliahnya

Báo Phụ nữ Việt NamBáo Phụ nữ Việt Nam21/10/2024

[iklan_1]

Mimpi gadis muda itu untuk kuliah kembali terwujud berkat Beasiswa "Wings of Dreams".

Sebagai seorang gadis kecil yang diadopsi dan dibesarkan oleh seorang pria cacat, kehidupan Ngo Thi Thuy Trang (HCMC) berubah menjadi halaman baru dengan perjalanan di depannya bersama program Komunikasi Profesional di RMIT Vietnam.

Kisah hidup Trang adalah kisah tentang ketangguhan yang luar biasa. Ditinggalkan oleh ibu kandungnya saat ia baru berusia 3 hari, Trang dibesarkan dan dididik oleh ayah tercintanya, meskipun ia memiliki disabilitas fisik. Ayah angkatnya mengabdikan hidupnya untuk memberikan yang terbaik yang ia bisa. Bekerja sebagai penjahit di Maison Chance, sebuah pusat perlindungan sosial bagi penyandang disabilitas dan anak yatim, ayah angkatnya adalah sumber kekuatannya yang luar biasa.

"Saya tidak memiliki keluarga yang lengkap, tetapi sebagai balasannya, ayah saya sangat mencintai saya dan berusaha sebaik mungkin untuk membesarkan saya," ungkap Trang dengan penuh rasa syukur. Cinta tanpa syarat inilah yang menjadi kekuatan pendorong yang mendorong gadis muda itu untuk terus maju, terlepas dari segala rintangan.

Bagi Trang, kuliah adalah impian yang mustahil karena keterbatasan finansial. Namun, Beasiswa RMIT-Maison Chance mengubah segalanya.

“Ketika saya mendengar tentang beasiswa ini, impian saya untuk melanjutkan pendidikan di universitas kembali muncul,” ungkap gadis muda itu.

Prestasi akademik Trang yang cemerlang di SMA menjadikannya kandidat kuat untuk beasiswa tersebut. Namun, tekad dan komitmennya untuk berkontribusi bagi masyarakatlah yang benar-benar membuatnya menonjol.

"Trang menghadapi banyak kesulitan karena ditelantarkan sejak lahir, tetapi dia tetap optimis dan hidup rukun dengan semua orang," ujar seorang perwakilan Maison Chance. "Meskipun keluarganya tidak berkecukupan, Trang tetap belajar dengan giat dan terus berjuang."

Keinginan gadis muda itu untuk mempelajari Komunikasi Profesional berasal dari keinginannya untuk membuat perbedaan.

“Dengan bekal ilmu dan keterampilan yang saya peroleh dari gelar sarjana saya di masa mendatang, saya akan berkontribusi kembali dengan membantu Maison Chance dikenal lebih banyak orang serta membantu mereka dalam situasi yang lebih sulit,” ujar Trang.

Momen menerima surat konfirmasi beasiswa merupakan momen penuh kebahagiaan.

“Saya menerima berita itu pagi-pagi sekali dan sangat terharu ketika saya menyampaikan kabar baik itu kepada ayah saya,” kenang Trang.

Gadis muda itu sangat bersemangat dengan perjalanan yang akan datang, dimulai dengan 1 tahun belajar bahasa Inggris untuk mempersiapkan landasan yang kokoh bagi jalur akademisnya di masa depan serta untuk bekerja di lingkungan internasional di masa mendatang.

Bagi mereka yang mempertimbangkan untuk melamar beasiswa, Trang hanya berpesan: "Jangan biarkan keadaanmu saat ini membatasi impianmu. Dengan usaha dan dukungan yang tepat, kamu dapat mengatasi rintangan apa pun dan menciptakan masa depan yang lebih cerah bagi dirimu sendiri dan orang lain."

Perjalanan Trang dari Maison Chance ke RMIT Vietnam bukan sekadar pencapaian pribadi, melainkan sumber harapan bagi banyak anak muda Vietnam yang menghadapi kesulitan hidup serupa dengan gadis muda ini. Dalam perjalanannya menuju babak baru dalam hidupnya, Trang membawa serta impian ayahnya, dukungan dari komunitas, dan potensi untuk menciptakan perubahan yang berkelanjutan.


[iklan_2]
Sumber: https://phunuvietnam.vn/co-be-bi-bo-roi-luc-moi-3-ngay-tuoi-va-hanh-trinh-chinh-phuc-giac-mo-dai-hoc-20241021113158257.htm

Komentar (0)

No data
No data

Dalam topik yang sama

Dalam kategori yang sama

Jet tempur Su-30-MK2 jatuhkan peluru pengacau, helikopter mengibarkan bendera di langit ibu kota
Puaskan mata Anda dengan jet tempur Su-30MK2 yang menjatuhkan perangkap panas yang bersinar di langit ibu kota
(Langsung) Gladi bersih perayaan, pawai, dan pawai Hari Nasional 2 September
Duong Hoang Yen menyanyikan "Tanah Air di Bawah Sinar Matahari" secara a cappella yang menimbulkan emosi yang kuat

Dari penulis yang sama

Warisan

Angka

Bisnis

No videos available

Berita

Sistem Politik

Lokal

Produk