Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal JAMA Network Open menunjukkan bahwa menggabungkan latihan kekuatan, termasuk latihan perut, dengan latihan ketahanan dapat secara signifikan mengurangi risiko kematian dini. Risiko ini bahkan hingga 30% lebih rendah dibandingkan hanya latihan ketahanan, menurut situs web kesehatan Medical News Today (UK).
Otot perut yang kencang membantu meningkatkan mobilitas dan keseimbangan - FOTO ILUSTRASI: AI
Otot perut yang kuat berkontribusi pada umur panjang yang sehat berkat efek berikut:
Melawan penyakit kronis
Latihan kekuatan, termasuk latihan perut, membantu meningkatkan kepadatan tulang, kekuatan otot, meningkatkan metabolisme, dan meningkatkan daya tahan jantung dan pembuluh darah. Peningkatan massa otot, terutama kelompok otot inti termasuk otot perut, punggung, dan pinggul, membantu meningkatkan metabolisme gula darah, lipid darah, tekanan darah, dan pengendalian berat badan. Hal-hal ini merupakan faktor penting dalam mencegah diabetes, penyakit kardiovaskular, atau kanker.
Pencegahan Jatuh
Otot perut yang kuat mengurangi risiko cedera pada pekerja dan lansia. Penelitian menunjukkan bahwa otot perut yang kuat secara signifikan meningkatkan keseimbangan dinamis dan statis.
Seiring menguatnya otot perut, refleks batang tubuh dalam situasi ketidakseimbangan pun meningkat, sehingga mengurangi risiko jatuh. Jatuh merupakan penyebab utama kematian dan kecacatan pada lansia.
Tulang belakang sehat, nyeri punggung berkurang
Otot perut memainkan peran yang sangat penting dalam menopang tulang belakang. Ketika kelompok otot ini kuat, fleksibilitas, keseimbangan, dan stabilitas tubuh akan meningkat. Risiko nyeri punggung juga akan berkurang secara signifikan.
Otot perut juga membantu menjaga postur tubuh yang baik, meningkatkan mobilitas, mencegah bungkuk, serta mendukung fungsi jantung dan paru-paru. Semua ini mengurangi risiko penyakit kronis dan cedera.
Tingkatkan kemampuan Anda untuk berfungsi
Latihan kekuatan yang melibatkan otot perut meningkatkan stabilitas selama aktivitas seperti berdiri, duduk, mengangkat benda berat, dan memutar tubuh. Sebuah studi besar dalam jurnal JAMA Network Open menganalisis data lebih dari 115.000 orang. Hasilnya menunjukkan bahwa orang yang berlatih kekuatan setidaknya dua kali seminggu memiliki risiko kematian 30% lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak, menurut Medical News Today.
Sumber: https://thanhnien.vn/co-bung-khoe-khong-chi-de-dang-dep-ma-con-giup-song-lau-hon-185250824154335755.htm
Komentar (0)