Reuters pada 17 Januari mengutip sebuah sumber yang mengatakan bahwa penyelidik menemukan bulu dan darah di kedua mesin pesawat Korea Jeju Air, bukan hanya satu mesin seperti yang diumumkan sebelumnya.
Puing-puing pesawat Jeju Air di lokasi kecelakaan
Sebuah Boeing 737-800 yang membawa 181 orang dari Bangkok (Thailand) ke Muan (Korea Selatan) pada 29 Desember 2024 mengalami kecelakaan dan terpaksa mendarat dengan posisi perut. Pesawat menabrak gundukan di ujung landasan pacu dan meledak, menewaskan 179 orang. Dua pramugari yang duduk di bagian ekor pesawat selamat.
Sekitar empat menit sebelum kecelakaan, seorang pilot melaporkan adanya tabrakan dengan burung dan menyatakan keadaan darurat. Pesawat tidak dapat mendarat pada percobaan pertama dan terpaksa berputar dan mendarat di sisi landasan yang berlawanan.
Dua menit sebelum panggilan darurat, pengawas lalu lintas udara mendesak pilot untuk berhati-hati karena adanya kawanan burung di daerah tersebut.
Para penyelidik mengatakan bulan ini bahwa mereka menemukan bulu burung di salah satu mesin pesawat Jeju Air yang nahas itu. Mereka mengatakan rekaman video menunjukkan burung-burung terbang ke salah satu mesin, tetapi Reuters melaporkan bahwa kedua mesin tersebut berisi bulu dan darah.
Kementerian Perhubungan Korea Selatan belum mengomentari laporan Reuters. Kedua kotak hitam di pesawat berhenti berfungsi sekitar empat menit sebelum kecelakaan, sehingga semakin sulit untuk menentukan penyebabnya.
Burung yang menabrak kedua mesin pesawat jarang terjadi dalam dunia penerbangan global. Pada tahun 2009, sebuah pesawat penumpang mengalami situasi serupa di New York (AS) tetapi berhasil mendarat di Sungai Hudson tanpa ada korban jiwa. Kasus langka serupa terjadi di Rusia pada tahun 2019 ketika pesawat mendarat di ladang jagung.
[iklan_2]
Sumber: https://thanhnien.vn/reuters-co-long-chim-va-mau-trong-ca-hai-dong-co-may-bay-jeju-air-185250117151519834.htm
Komentar (0)