(NLDO) - Pada akhir sesi perdagangan pagi hari tanggal 2 Januari, saham HNG milik HAGL International Agricultural Joint Stock Company, di mana miliarder Tran Ba Duong menjadi ketua, tiba-tiba meningkat ke harga tertinggi.
Secara khusus, saham HNG dari HAGL International Agriculture Joint Stock Company (HAGL Agrico, kode saham: HNG), yang diketuai oleh Bapak Tran Ba Duong, meningkat dengan harga tertinggi hampir 15% menjadi VND 7.000/saham, tertinggi sejak akhir Agustus 2022.
Menariknya, surplus beli saham ini lebih dari 5 juta unit pada harga tertinggi 7.000 VND/saham, sementara tidak ada yang menjual.
Peningkatan saham HNG diyakini berasal dari informasi bahwa perusahaan baru saja menyelesaikan pembayaran utang sesuai perjanjian komitmen antara HAGL Agrico dengan BIDV Bank (BID) dan Hoang Anh Gia Lai Joint Stock Company (HAGL, kode saham: HAG) dengan Bapak Doan Nguyen Duc (Bau Duc) sebagai Ketua Dewan Direksi.
Secara spesifik, HAGL Agrico membayar VND4,228 miliar. Dari jumlah tersebut, perusahaan secara langsung membayar pinjaman BIDV senilai VND2,094 miliar dan membayar VND2,134 miliar kepada Hoang Anh Gia Lai terkait obligasi HAGLBOND16,26 yang diterbitkan pada tahun 2016.
Saham HNG melonjak tajam setelah mengumumkan informasi pembayaran utang kepada perusahaan milik Tn. Duc. Sumber: Fireant
HAGL Agrico mengumumkan bahwa pihaknya telah membayar semua utang sesuai perjanjian dan tidak memiliki utang lagi dengan perusahaan Tn. Duc.
Setelah pembayaran, HAGL Agrico akan menerima sejumlah aset sesuai peta jalan. Pada tahap pertama, perusahaan akan menerima hak guna lahan dan hak eksploitasi lahan kelapa sawit seluas 5.357 hektar di atas total luas 9.470 hektar, beserta kantor, pabrik kelapa sawit, dan pembangkit listrik tenaga termal milik HA Andong Meas.
Pada tahap kedua, perusahaan berencana untuk mendapatkan hak guna lahan dan mengeksploitasi 9.231 hektar lahan karet dan 9.996 hektar lahan kelapa sawit di Provinsi Attapeu. Tahap ketiga akan mencakup hak guna lahan dan mengeksploitasi 4.733 hektar lahan karet dan 3.155 hektar lahan kelapa sawit di Provinsi Attapeu milik Perusahaan Hoang Anh Attapeu.
Pada tahap keempat, HAGL Agrico menyelesaikan prosedur dengan BIDV untuk menerima kembali aset lainnya, termasuk hak penggunaan lahan dan hak eksploitasi karet di area seluas 4.852 hektar milik HA Quang Minh, 1.960 hektar milik Heng Brother Company Limited, dan 3.283 hektar milik CRD Company Limited.
Terkait saham HNG, akibat kerugian bisnis, saham ini terpaksa dihapus dari pencatatan (delisting) di HOSE dan diperdagangkan di UPCoM sejak 18 September 2024. Untuk dapat kembali mencatatkan sahamnya di HOSE, HAGL Agrico harus memperoleh laba selama 2 tahun berturut-turut dan harus menyelesaikan prosedur pencatatan.
Di penghujung tahun 2024, Hoang Anh Gia Lai mengumumkan pelunasan obligasi HAGLBOND16,26 senilai lebih dari VND 1.000 miliar, dengan BIDV sebagai pemegang obligasi. Namun, perusahaan masih memiliki utang sebesar VND 766 miliar yang belum dibayar akibat kegagalan melikuidasi aset-aset yang tidak menguntungkan. Perusahaan yang dipimpin oleh Bapak Duc ini diperkirakan akan melunasi utang tersebut pada kuartal kedua tahun 2025.
Di pasar, saham HAG Hoang Anh Gia Lai ditutup pada sesi pagi tanggal 2 Januari 2025 pada harga VND 12.350/saham, naik lebih dari 2% dibandingkan harga referensi dan 3% dibandingkan awal Desember 2024.
[iklan_2]
Sumber: https://nld.com.vn/co-phieu-cong-ty-nong-nghiep-cua-ong-tran-ba-duong-bat-ngo-tang-kich-tran-196250102121054725.htm
Komentar (0)