Banyak orang bingung ketika melihat lapisan tepung putih pada anggur, mengira lapisan putih ini adalah jamur. Namun, kenyataannya belum tentu demikian.
Lapisan putih tersebut bukanlah jamur, melainkan lilin alami yang disebut asam oleanolat, yang umumnya dikenal sebagai "bubuk anggur". Lapisan ini merupakan produk ragi udara yang terbentuk di permukaan anggur. Faktanya, lapisan ini bertindak sebagai "pelindung alami", membantu membatasi kehilangan air dan melindungi buah dari bakteri dan mikroorganisme.
Asam oleanolat adalah senyawa triterpenoid yang banyak ditemukan di seluruh kerajaan tumbuhan. Senyawa ini dapat membantu melindungi hati dan memiliki efek antivirus.
Selain itu, asam oleanolat menunjukkan sifat antioksidan yang kuat, efektif melawan stres oksidatif yang disebabkan oleh radikal bebas. Menetralkan molekul-molekul berbahaya ini membantu melindungi kulit dari kerusakan dan penuaan dini.
Selain itu, asam oleanolat memiliki efek anti-inflamasi: Penelitian menunjukkan bahwa bubuk asam oleanolat memiliki efek anti-inflamasi dengan menghambat produksi sitokin inflamasi. Peradangan merupakan faktor penyebab umum berbagai kondisi kulit, dan dengan mengurangi peradangan, bubuk asam oleanolat dapat membantu meringankan gejala dan meningkatkan kesehatan kulit.
Memasukkan bubuk asam oleanolat ke dalam formulasi perawatan kulit dapat memberikan beragam manfaat, termasuk meningkatkan elastisitas kulit, mempercepat penyembuhan luka, dan peremajaan kulit secara keseluruhan. Asam oleanolat umumnya digunakan dalam berbagai produk kosmetik dan perawatan kulit, termasuk krim, serum, dan losion anti-penuaan.
Selama masa panen dan pengiriman, sebagian besar lapisan kapur ini akan hilang, tetapi jika masih ada saat sampai di tangan Anda, anggur tersebut masih layak dimakan.

Apakah berbahaya memakan bubuk ini?
Jawabannya tidak. Mengonsumsi sedikit bubuk anggur putih dengan anggur tidak berbahaya bagi kesehatan Anda. Bahkan jika Anda terbiasa mencicipi anggur langsung di supermarket, bubuk anggur putih tidak akan memengaruhi Anda.
Namun, para ahli menyarankan untuk membilas anggur dengan air dingin sebelum dimakan. Selain lapisan bubuk alami, permukaan buah mungkin mengandung residu pestisida, kotoran, atau bakteri dari orang yang pernah menyentuhnya. Selain itu, lapisan bubuk tersebut juga memiliki rasa yang agak pahit dan berpasir, yang dapat membuat pengalaman menyantapnya kurang sempurna.
Kapan lapisan putih menjadi tanda jamur?
Tidak semua lapisan putih aman. Jika lapisan yang Anda lihat tebal, mengembang, atau tampak berjamur di sekitar batang, kemungkinan itu jamur atau embun tepung, bukan embun tepung alami.
Cara sederhana untuk mengenali:
Bedak putih: bedak tipis, kering, alami yang dapat dibersihkan dengan mudah menggunakan jari.
Jamur: biasanya lebih tebal, lebih membandel, dan sulit dibersihkan.
Tips lainnya adalah memeriksa tekstur buah: anggur segar akan montok dan keras, sedangkan anggur yang rusak akan lembek dan lembut.
Tanda-tanda lain dari anggur yang rusak
Di samping jamur, anggur yang busuk juga memperlihatkan banyak ciri lain: bintik-bintik coklat atau hitam pada buah; permukaan buah berkerut dan kering; buah lunak, lembek, mudah hancur; bau asam atau cuka - tanda-tanda bahwa buah sudah mulai berfermentasi.
Kalau mau yakin, cicipi saja. Anggur yang buruk biasanya rasanya asam. Namun, cara yang lebih aman dan mudah adalah mengandalkan penciuman dan pengamatan visual.
Bubuk putih pada anggur sebagian besar merupakan bubuk alami, sama sekali tidak berbahaya, dan bahkan memiliki efek perlindungan pada buah. Penting untuk membedakan bubuk alami dari jamur agar tidak membeli anggur yang rusak.
Sumber: https://www.vietnamplus.vn/cong-dung-it-biet-cua-lop-phan-trang-tren-qua-nho-post1057647.vnp
Komentar (0)