Cunha tampil impresif untuk Man United di Liga Premier - Foto: REUTERS
Serangan Man United di laga kemarin tak lagi lemah atau minim ide. Dan titik terang terbesar datang dari dua rekrutan baru, Matheus Cunha dan Bryan Mbeumo.
Berbeda dengan kekalahan-kekalahan sebelumnya, kali ini Man United menguasai area lini tengah dan menciptakan serangan-serangan yang lebih berbahaya.
Setelah kebobolan gol, para pemain Pelatih Amorim tidak gentar. Malah, mereka melancarkan serangkaian serangan, dengan dua "ledakan" Cunha dan Mbeumo sebagai pusatnya.
Dalam debutnya di Liga Primer, Matheus Cunha membuktikan mengapa ia pantas mengenakan nomor punggung 10. Striker Brasil ini membawa energi dan ledakan "gila" yang telah lama hilang dari tim Old Trafford.
Selama 90 menit di lapangan, Cunha melepaskan empat tembakan dan empat dribel sukses, menjadikannya sorotan utama bagi Setan Merah. Momen terbaik Cunha adalah aksi dribelnya yang mengejutkan melewati tiga pemain lawan di menit ke-33. Momen "gila" ini membuat pertahanan Arsenal menjadi was-was.
Tak mau kalah, Bryan Mbeumo juga menunjukkan peran pentingnya di lini serang. Setiap bola di sayap kanan harus melewati kaki pemain bernomor punggung 19 tersebut. Hal ini menunjukkan kepercayaan penuh yang diberikan pelatih Amorim dan rekan-rekan setimnya kepadanya.
Mbeumo jalani hari penuh energi di sayap kanan Man United - Foto: REUTERS
Meskipun dijaga ketat, Mbeumo tetap aktif bermain dan menciptakan situasi-situasi yang luar biasa. Yang paling disesalkan adalah penempatan posisi dan sundulannya yang luar biasa di akhir babak kedua. Namun, penyelamatan gemilang dari kiper Raya menggagalkan Mbeumo mencetak gol pertamanya bersama Man United.
Statistik pasca-pertandingan juga menunjukkan bahwa Man United melepaskan 22 tembakan - jumlah tertinggi mereka melawan Arsenal di Liga Premier sejak kemenangan 8-2 pada Agustus 2011. Itu juga merupakan tembakan terbanyak yang dihadapi Arsenal dalam clean sheet sejak 2020.
Namun, kekalahan dari Arsenal masih menyingkap sisa masalah Man United, mulai dari lini pertahanan hingga bangku pelatih. Namun, di tengah situasi suram itu, dua rekrutan baru, Matheus Cunha dan Mbeumo, menciptakan secercah harapan yang langka.
Meski mereka tidak dapat mencetak gol, mereka menyalakan api keyakinan, api harapan dan kegembiraan yang sudah lama tidak dirasakan tribun Old Trafford.
Sumber: https://tuoitre.vn/cunha-va-mbeumo-diem-sang-hiem-hoi-trong-ngay-man-united-that-bai-20250818130537541.htm
Komentar (0)