Duta Besar Palestina untuk Inggris Husam Zomlot mengatakan ia berharap pertempuran terbaru ini menjadi “peringatan” bagi dunia bahwa rakyatnya akan terus memperjuangkan hak-hak mereka selama mereka mampu.
Duta Besar Palestina untuk Inggris Husam Zomlot. (Tangkapan layar) |
"Rakyat Palestina tidak akan ke mana-mana. Rakyat Palestina berhak membela diri," ujar Duta Besar Husam Zomlot kepada Al Jazeera , seraya menambahkan bahwa mereka akan berjuang "selama 100 tahun dan 100 tahun lagi jika perlu."
Diplomat Palestina itu menekankan bahwa negara-negara Barat perlu memahami bahwa “mengabaikan” masalah Palestina tidak akan membawa perdamaian .
Dalam perkembangan lain, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan pada 8 Oktober bahwa Ankara bertekad untuk meningkatkan upaya diplomatik untuk mencapai perdamaian.
Berbicara di Istanbul, Tn. Erdogan mengatakan bahwa solusi dua negara adalah satu-satunya cara untuk mencapai perdamaian regional dan pembentukan negara Palestina yang merdeka dengan Yerusalem sebagai ibu kotanya diperlukan sekarang.
Terkait dengan pertempuran terbaru ini, menurut pejabat kesehatan Palestina, jumlah warga Palestina yang tewas akibat penembakan dan tembakan roket Israel yang tiada henti ke wilayah sempit di pantai Mediterania ini adalah 370 orang, dan lebih dari 2.200 orang terluka.
Sementara itu, media Israel melaporkan bahwa sedikitnya 659 orang tewas dan 2.156 orang terluka di Israel sejak pasukan Hamas di Jalur Gaza melancarkan serangan mendadak terhadap Israel pada tanggal 7 Oktober.
[iklan_2]
Sumber
Komentar (0)